Kompas.com - 16/11/2020, 11:02 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Syariah (BCA Syariah) John Kosasih Estu Suryowati/Kompas.comPresiden Direktur PT Bank Central Asia Syariah (BCA Syariah) John Kosasih
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemegang saham PT Bank BCA Syariah menyetujui rancangan aksi merger (penggabungan) antara BCA Syariah dengan Bank Interim, atau yang dulunya bernama PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank).

Persetujuan itu didapat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan hari ini, Senin (16/11/2020).

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, aksi korporasi penggabungan tidak menyebabkan berubahnya kegiatan utama BCA Syariah, yakni sebagai bank yang melakukan usaha di bidang perbankan berdasarkan prinsip syariah.

Baca juga: Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

"BCA Syariah tetap melayani nasabah perseorangan dan bisnis pada seluruh segmen nasabah perbankan, baik ritel, komersial, maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," kata John dalam siaran pers, Senin (16/11/2020).

Adapun dalam rancangan aksi merger yang disetujui pemegang saham, ada perubahan nominal saham BCA Syariah. Sebagai bank hasil merger, nominal saham menjadi sebesar Rp 1.000,- per lembar saham dari sebelumnya sebesar Rp 1 juta per lembar saham.

Selain itu, peningkatan modal disetor dan ditempatkan BCA Syariah yang semula Rp 1,99 triliun menjadi Rp 2,25 triliun setelah penggabungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

John bilang, penambahan modal bakal digunakan untuk mendukung percepatan pertumbuhan bisnis BCA Syariah ke depan, seperti mendukung inisiatif-inisiatif bank ke arah digitalisasi.

Baca juga: Google dan Temasek Masuk Tokopedia

Penggabungan memang bertujuan untuk menciptakan bank syariah yang dapat memberikan layanan lebih optimal kepada masyarakat.

"Penggabungan ini memberikan peningkatan terhadap permodalan BCA Syariah dan diharapkan semakin memperkuat posisi BCA Syariah pada lanskap perbankan syariah yang kompetitif di Indonesia," ucap John.

Selain itu, penggabungan ini merupakan salah satu upaya BCA Syariah untuk turut berpartisipasi dalam mendukung konsolidasi perbankan, serta memperkuat struktur permodalan bagi percepatan pengembangan perbankan syariah nasional.

“Kami memandang penggabungan BCA Syariah dengan Bank Interim merupakan salah satu upaya bagi BCA Syariah untuk tumbuh secara anorganik,” pungkas John.

Baca juga: 4 Orang Kaya Pemilik Rumah Sakit Mewah di Indonesia



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.