BPS: Libur Panjang di Oktober 2020 Pulihkan Minat Belanja Masyarakat

Kompas.com - 16/11/2020, 15:18 WIB
Pengunjung menikmati wisata pantai Lagoon di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (29/10/2020). Liburan panjang dimanfaatkan warga untuk berwisata ke tempat wisata pantai tersebut, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 22.000 pada pukul 15.00. Kuota pengunjung dibatasi 25 persen dari kapasitas maksimal atau 25.000 orang pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengunjung menikmati wisata pantai Lagoon di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (29/10/2020). Liburan panjang dimanfaatkan warga untuk berwisata ke tempat wisata pantai tersebut, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 22.000 pada pukul 15.00. Kuota pengunjung dibatasi 25 persen dari kapasitas maksimal atau 25.000 orang pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan, selama libur panjang pada Oktober 2020 terjadi kenaikan belanja masyarakat. Hal tersebut terlihat dari peningkatan mobilitas masyarakat di tempat belanja kebutuhan sehari-hari.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menjelaskan, pada Oktober 2020 mobilitas masyarakat di tempat belanja kebutuhan sehari-hari meningkat 0,3 persen di atas normal sepanjang Oktober 2020. Padahal bulan sebelumnya masih minus 2,3 persen.

"Aktivitas perdagangan ritel dan rekreasi membaik sepanjang Oktober tapi masih di bawah kondisi normal," ujar Setianto dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/11/2020).

Baca juga: Mendag: Pesatnya Belanja Online Harus Dibarengi Perlindungan Konsumen

"Untuk mobilitas masyarakat di tempat belanja kebutuhan sehari-hari memasuki Oktober terlihat minat masyarakat berbelanja mulai pulih seperti kondisi normal bahkan libur panjang akhir Oktober," jelas dia.

Selain itu, aktivitas masyarakat di taman dan tempat transit juga mengalami peningkatan, meskipun masih di bawah kondisi normal.

Dia menjelaskan kegiatan masyarakat di taman minus 7,5 persen di Oktober 2020, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya minus 10,4 persen.

Sementara aktivitas masyarakat di tempat transit meski minus 32,3 persen di bulan lalu, namun angka tersebut meningkat dibandingkan September 2020 yang minus 36 persen.

"Di tempat transit, penempatan libur panjang menyebabkan peningkatan aktivitas di sektor transportasi, baik bandara, terminal, stasiun. Namun masih di bawah kondisi normal,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Mobilitas perdagangan ritel dan rekreasi pada Oktober 2020 meningkat sedikit dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi minus 17,3 persen.

Mobilitas di tempat kerja mengalami penurunan dibandingkan September 2020. Di Oktober 2020, mobilitas di tempat kerja minus 23,1 persen, padahal bulan sebelumnya minus 18,9 persen.

Begitu juga dengan aktivitas masyarakat di rumah yang turun, dari 11,8 persen di September menjadi 9,9 persen di bulan lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X