Fakta RCEP, Blok Perdagangan Terbesar di Dunia yang Mengecualikan AS

Kompas.com - 17/11/2020, 10:37 WIB
Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI) Agus Suparmanto menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/10/2020). Dok. Kementerian PerdaganganMenteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI) Agus Suparmanto menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/10/2020).

BEIJING, KOMPAS.com - Sebanyak 15 negara telah membentuk blok perdagangan terbesar di dunia, yang mencakup hampir sepertiga dari ekonomi global.

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/ RCEP) terdiri dari 10 negara Asia Tenggara, serta beberapa negara lain termasuk Korea Selatan, China, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Laporan BBC yang dilansir Selasa (17/11/2020) menjabarkan, fakta tersebut dipandang sebagai perpanjangan dari pengaruh China di wilayah-wilayah tersebut.

Baca juga: Perjalanan Panjang Sejak 2013, Mendag: RCEP Jadi Harapan Baru Kawasan di Tengah Pandemi Covid-19

Namun, kesepakatan itu tidak melibatkan AS, yang menarik diri dari perdagangan Asia Pasifik sejak tahun 2017.

AS keluar dari Trans-Pacific Partnership (TPP) tak lama setelah awal masa jabatan Presiden Donald Trump.

Perundingan kesepakatan RCEP baru dimulai pada 2012 dan akhirnya ditandatangani pada Minggu (15/11/2020) di sela-sela pertemuan Association of Southeast Asian Nations (Asean).

 

RCEP dinilai sangat penting untuk memajukan ekonomi karena kebijakan perdagangan yang tidak komprehensif dan tidak memotong tarif sedalam penerus TPP.

"Keanggotaannya mencakup kelompok negara yang lebih besar, terutama mencerminkan keanggotaan China, yang secara signifikan meningkatkan total Produk Domestik Bruto (PDB) anggota RCEP," kata Rajiv Biswas, kepala ekonom Asia Pasifik untuk firma analis IHS Markit.

Meski China sudah memiliki sejumlah perjanjian perdagangan bilateral, ini adalah pertama kalinya China menandatangani perdagangan multilateral regional.

Sebagai permulaan, para pemimpin berharap keja sama perdagangan ini dapat membantu memacu pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X