Fakta RCEP, Blok Perdagangan Terbesar di Dunia yang Mengecualikan AS

Kompas.com - 17/11/2020, 10:37 WIB

"Dalam keadaan global saat ini, RCEP akhirnya ditandatangani (China) setelah delapan tahun negosiasi yang membawa secercah cahaya dan harapan di tengah awan gelap," kata Perdana Menteri China Li Keqiang.

Dalam jangka panjang, Li menggambarkan perjanjian itu sebagai bentuk kemenangan multilateralisme dan perdagangan bebas antar negara.

Baca juga: Mendag: RCEP Tumbuhkan Harapan Baru untuk Perekonomian Indonesia

Sementara itu, India yang juga menjadi bagian dari kerja sama, menarik diri tahun lalu karena kekhawatiran tarif yang lebih rendah dapat merugikan produsen lokal.

Namun demikian, pintu kerja sama tetap terbuka bagi India untuk bergabung di masa depan.

Anggota RCEP membentuk hampir sepertiga dari populasi dunia dan menyumbang 29 persen dari produk domestik bruto global.

Blok perdagangan bebas baru akan lebih besar daripada Perjanjian AS-Meksiko-Kanada dan Uni Eropa.

Ke depannya, RCEP diharapkan dapat menghapus berbagai tarif impor dalam waktu 20 tahun.

Ini juga mencakup ketentuan tentang kekayaan intelektual, telekomunikasi, layanan keuangan, e-commerce, dan layanan profesional.

Tapi mungkin saja aturan tarif baru tersebut bisa memiliki dampak terbesar, misalkan dari mana produk berasal.

Sudah banyak negara anggota yang memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) satu sama lain, tetapi tentunya memiliki batasan yang tegas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.