Kompas.com - 17/11/2020, 11:23 WIB
Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan kepada rekan media soal restrukturisasi BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11/2019) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIStaf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan kepada rekan media soal restrukturisasi BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura Manurung, tak terima organisasinya disebut-sebut jadi biang kerugian sejumlah BUMN oleh Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Bona Ventura melaporkan Arya Sinulingga ke Mabes Polri dengan delik tuduhan pelanggaran UU ITE Pasal 27 dan Pasal 28. Laporan diterima dengan nomor LP/B/0647/XI/2020/Bareskrim tanggal 16 November 2020.

"Saya sebagai Ketua Umum Pospera sangat tersinggung. Ini fitnah dan bentuk penyebaran kebencian," kata Bona dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

Menurut Bona Ventura, laporannya ke polisi bermula dari pernyataan Arya Sinulingga di sebuah Grup Whatsapp (WA) "Membangun Negeri" yang menyebut ada beberapa BUMN merugi karena komisarinya berasal dari Pospera.

Baca juga: Relawan Jokowi Laporkan Stafsus Erick Thohir ke Polisi

Dalam grup WA tersebut, Arya Sinulingga mengomentari sebuah link berita yang dibagikan ke percakapan grup dengan menulis "Banyak perusahaan yang komisarisnya Pospera selama lima tahun pada rugi semua. Bikin pusing memang".

Pospera sendiri merupakan salah satu unsur relawan Jokowi di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Saat ini, menurut Bona, ada tujuh orang kader Pospera yang ditugasi sebagai komisaris BUMN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bona Ventura, pernyataan Arya Sinulingga di grup WA tersebut tak sesuai fakta. Nyatanya, BUMN yang menempatkan kader Pospera sebagai pengawasnya justru mencatatkan kinerja positif.

"Faktanya laporan keuangan bagus (laba). Bisa memberikan dividen ke negara," jelas Bona yang menyebut ada 7 orang dari Pospera yang ditempatkan sebagai komisaris di sejumlah perusahaan pelat merah.

Baca juga: Profil Bona Ventura, Komisaris BUMN Pelapor Stafsus Erick ke Polisi

Bona Ventura sendiri saat ini juga tercatat sebagai komisaris BUMN. Ia merupakan komisaris dari PT Dahana (Persero), sebuah perusahaan negara yang memproduksi bahan peledak di Kabupaten Subang.

"Ini selain kemudian mencemarkan nama baik organisasi Pospera, secara tidak langsung pernyataan Arya Sinulingga membunuh karakter teman-teman yang dapat penugasan di BUMN," tegas Bona.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.