Kementan Usulkan Pembatasan Impor Jagung hingga Tepung Tapioka

Kompas.com - 17/11/2020, 18:19 WIB
Ilustrasi proses pengangkutan pascapanen pada jagung Shutterstock/smart.artIlustrasi proses pengangkutan pascapanen pada jagung

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan enam kebijakan untuk pembatasan impor produk pertanian strategis.

Komoditas tersebut di antaranya gandum, tepung tapioka yang berasal dari singkong, kedelai, hingga tembakau.

Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono mengatakan, pembatasan perlu dilakukan karena impor pada beberapa komoditas tersebut tercatat sangat tinggi setiap tahunnya.

Lewat pembatasan impor, diyakini dapat mengamankan produksi dalam negeri dan menjaga kesejahteraan petani.

Baca juga: Tanpa Kerja Sama dengan Bank, Fintech Dinilai Sulit Tumbuh Besar

"Terkait dengan masih tingginya impor beberapa produk pertanian strategis, maka kementan usulkan beberapa kebijakan pengendalian impor," ujar Momon dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI yang disiarkan secara virtual, Selasa (17/11/2020).

Pertama, mengusulkan kebijakan importasi gandum, kedelai, dan tapioka diimasukkan ke dalam golongan barang yang di larang dan terbatas (lartas).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usul kedua, pengaturan tata niaga produk tanaman pangan diatur dalam satu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) dan pengaturan impor pangan segar melalui satu pintu kementerian atau lembaga.

Sedangkan untuk impor produk olahan melibatkan kementerian dan lembaga terkait.

Ketiga, izin impor produk pangan strategis seperti jagung bukan pakan ternak, kedelai, dan tepung tapioka ini bisa dilakukan melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas).

Rapat tersebut dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.