Menaker: Jangan Main-main dengan Proses Sertifikasi Kompetensi Kerja

Kompas.com - 17/11/2020, 19:31 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan dalam rapat koordinasi sertifikasi, di Jakarta, Selasa (17/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan dalam rapat koordinasi sertifikasi, di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengingatkan, pentingnya sertifikasi kompetensi kerja sebagai sarana meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menargetkan sertifikasi kompetensi kerja yang dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) memperoleh pengakuan kompetensi secara internasional.

"Jadi saya ingatkan sekali lagi jangan main-main dengan proses sertifikasi karena hal ini akan menentukan daya saing tenaga kerja kita di pasar global," ujar dia melalui keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Ada Wacana Neo Banking, Bank BUKU II Dinilai Perlu Cari Jodoh

Berdasarkan data LSP sepanjang tahun ini, ada sebanyak 1.711 orang yang telah tersertifikasi. Dia menilai, kondisi sertifikasi yang sudah berjalan saat ini dianggap masih memiliki banyak tantangan bagi anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan LSP.  

Lebih lanjut kata Ida, menyelenggarakan proses sertifikasi kompetensi merupakan pekerjaan besar dan bukan hal yang remeh. Ia menilai, LSP merupakan ujung tombak dalam menjalankan sertifikasi kompetensi tenaga kerja. 

"Untuk itu, integritas yang tinggi LSP berlisensi yang diberikan oleh pemerintah melalui BNSP harus tetap dijaga dan pernyataan kompeten yang diberikan ke tenaga kerja menjadi tanggung jawab besar oleh LSP dan BNSP," katanya.

Baca juga: Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji Rp 1,8 Juta, Kapan Masuk Rekening?

Sementara itu Ketua BNSP Kunjung Masehat memaparkan kinerja BNSP selama tahun 2020. Untuk bidang lisensi asesmen jarak jauh sebanyak 94 LSP, lisensi awal 277 LSP, relisensi 178 LSP, dan penyaksian uji sebanyak 171 LSP.

Sedangkan bidang sertifikasi, untuk pelatihan Askom anggaran BNSP sebanyak 40 orang, pelatihan Askom anggaran mandiri sebanyak 2.995 orang, RCC anggaran BNSP sebanyak 300 orang, RCC anggaran mandiri sebanyak 1.885 orang, asesi yang disertifikasi sebanyak 447.767 orang. 

"Bidang Data dan Informasi, pemasangan iklan layanan masyarakat di delapan kota (Batam, Bandung, Semarang, Surabaya, Mataram, Kupang, Makassar, Pontianak)," katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil Mau Bangun Rebana Metropolitan, Apa Itu?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X