Sri Mulyani Soroti Persaingan di Dunia Fintech: Banyak yang Tumbuh Besar Kemudian Diakuisisi

Kompas.com - 18/11/2020, 12:49 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti fenomena akusisi perusahaan teknologi sektor keuangan atau financial technology (fintech).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, di tengah pertumbuhan industri fintech yang begitu pesat di Indonesia, fenomena akuisisi yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar membuat level persaingan usaha di industri tersebut menjadi kabur.

"Problemnya adalah kompetisi yang adil. Banyak dari fintech yang kreatif, namun kemudian mereka bertumbuh dan diakuisisi oleh perusahaan yang besar. Sehingga tidak pernah benar-benar ada persaingan usaha yang setara," ujar Sri Mulyani dalam diskusi dengan Bloomberg, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Terus Tumbuh Positif, Kadin: Sektor Pertanian Harus Diberi Prioritas

Perempuan yang akrab disapa Ani itu pun mengatakan, ketika sebuah perusahaan kian besar, maka memiliki modal serta dukungan yang cukup untuk mendominasi pasar.

Hal itu membuat konsumen juga memiliki kecenderungan untuk mengakses tawaran jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang tumbuh dengan proses aksi korporasi akuisisi itu.

"Akan menjadi sangat sulit bagi perusahaan-perusahaan baru untuk ikut bersaing di tengah situasi pasar yang seperti ini," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Sri Mulyani meyakini industri fintech memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar di Indonesia.

Sebab, generasi milenial atau penduduk muda memiliki kecenderungan untuk menggunakan teknologi dalam setiap aktivitas.

Namun demikian, untuk mengembangkan eksosistem perekonomian digital, perlu dilakukan reformasi di beberapa sisi, salah satunya di bidang sumber daya manusia.

Selain itu juga menetapkan regulasi terkait keamanan data konsumen.

"Kita harus mereformasi kebijakan terkait keamanan konsumen, harus mematikan data dilindungi," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X