Mimpi Erick Thohir: BUMN Jangan Hanya Tarkam, tetapi Harus Mendunia

Kompas.com - 18/11/2020, 13:37 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).
DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan perusahaan pelat merah mulai merambah ke pasar internasional. Bahkan, dia menargetkan hal tersebut mulai diwujudkan pada 2021 mendatang.

“Pak Menteri (Erick Thohir) mengatakan, di 2021 nanti kita akan wujudkan bersama hal ini (go global), tentu kita aminkan, ini jadi tantangan para direksi seluruh BUMN,” ujar Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto dalam diskusi virtual, Rabu (18/11/2020).

Menurut Susyanto, Erick Thohir tak ingin perusahaan pelat merah hanya bisa merajai pasar di dalam negeri. Dia ingin BUMN bisa berbicara banyak di kancah internasional.

Baca juga: Pemerintah Berencana Beri PMN Nontunai ke BUMN

“Harapan kita yaitu dorong pengembangan BUMN di pasar global, dorong pertumbuhan ekonomi. Kedua, dorong BUMN sebagai pemain global. Artinya, kita (BUMN) jangan hanya tarkam, tetapi kita harus mendunia,” kata Susyanto.

Saat ini, kata Susyanto, beberapa perusahaan negara telah merambah pasar internasional, misalnya BUMN Karya, BNI, BRI, Pertamina, dan PT INKA.

Ke depannya, dia menginginkan semua BUMN bisa memasarkan produknya di luar negeri. Dengan begitu, produk-produk Indonesia akan dikenal di dunia internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampaknya, roda perekonomian Indonesia akan semakin pesat berkembang.

“Produk-produk kita (BUMN) banyak, kalau swasta (misalnya) mi instan sudah banjiri negara lain. Nah, mestinya produk dan jasa dari BUMN masih banyak sekali. Nah, ini memperkenalkan produk BUMN agar diserap oleh pasar global agar membanggakan Indonesia,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.