Erick Thohir Mau Bangun Markas Besar BUMN di Luar Negeri

Kompas.com - 18/11/2020, 14:37 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan perusahaan plat merah bisa go global di 2021.

Bahkan, Erick menginginkan BUMN membangun markas besar di luar negeri.

Nantinya, markas besar tersebut akan dijadikan kantor bersama oleh perusahaan-perusahaan BUMN.

Dengan begitu, akan semakin mudah memasarkan produk atau jasa perusahaan plat merah di dunia internasional.

Baca juga: Mau Dapat Promosi dan Modal Usaha dari BCA? UMKM Bisa Intip Program Ini

“Menyatukan kekuatan BUMN di luar negeri untuk menciptakan efisinesi operasional, kayak Himbara, BUMN Karya sudah ada di luar negeri. Nanti ada suatu kantor atau gedung yang dengan merah putih berkibar, ada tulisan Indonesia Incorporated,” ujar Sekertaris Kementerian BUMN Susyanto dalam diskusi virtual, Rabu (18/11/2020).

Susyanto menambahkan, saat ini sudah ada beberapa BUMN yang memiliki kantor di luar negeri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kantor sendiri-sendiri, tak bergabung satu dengan lainnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, perusahaan plat merah telah memiliki 83 kantor cabang di 26 negera.

Misalnya, kantor cabang BNI dan BRI di New York, Amerika Serikat. Lalu, ada pula Pertamina dan Garuda Indonesia di Singapura.

“Tapi saat ini (kantornya) masih masing-masing dengan logo kecil, enggak ada bendera merah putih Indonesia Incorporated. Nah ini yang pengen kita branded ini BUMN-nya Indonesia. Ini yang pak menteri (Erick Thohir) minta ke direksi (BUMN),” kata Susyanto.

Baca juga: Mimpi Erick Thohir: BUMN Jangan Hanya Tarkam, Tapi Harus Mendunia

Bahkan, kata Susyanto, dia menargetkan markas besar BUMN di luar negeri bisa terbentuk di tahun 2021 mendatang.

“Jadi kita harap di 2021 sudah berbeda petanya, akan menyatu, mungkin lahannya itu coba jajaki beberapa BUMN beli satu gedung, lalu dishare bersama, nah masing-masing negara kita tentukan BUMN mana yang pimpin di sana (luar negeri),” ungkap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X