Bantah Bakar Hutan di Papua, Korindo: Ini Isu Lama yang Berulang

Kompas.com - 18/11/2020, 15:20 WIB
Kepada BBC, Korindo berkukuh bahwa pembukaan lahan dilakukan menggunakan alat berat dan menegaskan kebakaran yang terjadi di area itu karena kemarau berkepanjangan. GREENPEACE via BBC INDONESIAKepada BBC, Korindo berkukuh bahwa pembukaan lahan dilakukan menggunakan alat berat dan menegaskan kebakaran yang terjadi di area itu karena kemarau berkepanjangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Korindo Group membantah pemberitaan terkait perusahaannya yang disebut melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan perkebunan sawit di Papua.

General Manager Palm Oil Division Korindo Group Luwy Leunufna mengatakan, isu yang dihembuskan media tersebut merupakan isu lama.

Isu pembakaran lahan tersebut terus menerus dilakukan, padahal tak sesuai dengan fakta.

“Jadi bukan sesuatu yang baru sekali lagi saya tegaskan. Ini isu lama yang sengaja diulang,” ujar Luwy dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Kadin Targetkan Beri Pendampingan pada 2 Juta Petani

Luwy menambahkan, isu tersebut pertama kali dihembuskan oleh lembaga asal Amerika Serikat, Mighty Earth.

Pada 2016, Mighty Earth menudinh Korindo Group melakukan pembakaran lahan di Papua untuk dijadikan perkebunan sawit

“Jelas tuduhan ini tidak benar dan tuduhan ini terus-terus berulang. Jadi karena demikian Korindo memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Kami telah melaporkan Mighty Earth ke pengadilan Jerman dan saat ini sedang dalam tahap peradilan,” kata Luwy.

Pada tahun yang sama, BBC News Indonesia juga pernah mengeluarkan berita serupa.

Lalu, di 12 November 2020 BBC News Indonesia dan Greenpeace pun kembali mengeluarkan tulisan dan artikel yang sama.

“Ini isu lama yang sengaja diulang, sebab sejak 2017 Korindo Group telah melakukan moratorium atau penghentian pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit,” ungkap Luwy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X