Korindo Klaim Telah Bayar Kompensasi Tanah Ulayat di Papua sejak 2011

Kompas.com - 18/11/2020, 16:03 WIB
Korindo menegaskan kesepakatan lahannya sudah sesuai dengan regulasi di Indonesia GREENPEACE via BBC INDONESIAKorindo menegaskan kesepakatan lahannya sudah sesuai dengan regulasi di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Korindo Group mengaku telah membayarkan kompensasi ke warga atas tanah ulayat yang digunakan untuk perkebunan kelapa sawit kepada 10 marga seluas 16.000 hektar yang berada di areal PT Tunas Sawa Erma Blok E.

Hal tersebut diungkapkan General Manager Palm Oil Division Korindo Group Luwy Leunufna untuk membantah isu terkait belum dipenuhinya hak masyarakat atas penggunaan tanah ulayat oleh perusahaannya.

“Jauh hari sebelumnya pada 8 Agustus 2015 kami telah melakukan pembayaran kompensasi atas kepemilikan tanah ulayat kepada seluruh marga yang ada di situ. Petrus Kinggo sebagai narasumber yang ditampilkan juga termasuk dalam 10 marga lainnya yang telah menerima pembayaran kompensasi,” ujar Luwy dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan Sejak 2017 Lalu

Bahkan, kata Luwy, pembayaran kompensasi untuk tanah ulayat tersebut sudah dilakukan sejak 2011 lalu.

“Kami bisa buktikan itu dengan data-data otentik. Pembayaran hak ulayat kepada 8 marga atau 17  marga sudah kami lakukan pada 2011 lalu. Ini yang pertama,” kata dia.

Selanjutnya, Korindo juga telah menjalankan komitmen untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat Papua sejak 2011 lalu.

Pembinaan tersebut dilakukan dalam tiga tahap.

“Terakhir, kami bersepakat dengan masyarakat untuk melakukan atau dana pembangunan kampung yang besarnya Rp 30 miliar sejak 2012 dan sampai saat ini. Sampai saat ini kami terus merealisasikan kesepakatan-kesepakatan yang kami buat dengan masyarakat,” ungkap Luwy.

Menurut Luwy, perusahaannya telah berkomitmen untuk membangun tanah Papua, sekaligus akan memberikan pembinaan terhadap warga-warganya.

“Perusahaan kami akan terus berkontribusi dan hidup bersama masyarakat Papua dan ikut membangun dengan berbagai program yang akan kami lakukan,” ujar dia.

Laporan investigasi BBC, Kamis (12/11/2020), mengungkap pembukaan hutan untuk perluasan lahan kelapa sawit oleh perusahaan asal Korea Selatan, Korindo Group, di Boven Digoel, Papua.

Konglomerasi perusahaan sawit Korindo menguasai lebih banyak lahan di Papua daripada konglomerasi lainnya.

Baca juga: Bantah Bakar Hutan di Papua, Korindo: Ini Isu Lama yang Berulang

Perusahaan ini telah membuka hutan Papua lebih dari 57.000 hektar, atau hampir seluas Seoul, ibu kota Korea Selatan.

Investigasi yang juga dilakukan bersama Forensic Architecture dan Greenpeace Indonesia menemukan bukti bahwa Korindo telah melakukan pembakaran hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.

Ditemukan bukti kebakaran di salah satu konsesi Korindo selama beberapa tahun dengan pola "pembakaran yang disengaja" secara konsisten.

Pemerintah Indonesia pun diminta menginvestigasi soal temuan tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X