Erick Thohir Ditugaskan Siapkan Vaksin Covid-19 Berbayar untuk 75 Juta Jiwa

Kompas.com - 18/11/2020, 19:36 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan membagi dua katagori pemberian vaksin Covid-19. Pertama, vaksin bantuan dari pemerintah dan kedua adalah vaksin mandiri.

Vaksin bantuan pemerintah nantinya semua biayanya akan ditanggung. Sementara vaksin mandiri biayanya akan ditanggung penerima vaksin.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah diberi tugas untuk menyiapkan vaksin Covid-19 kategori mandiri. Nantinya, akan disiapkan 160 juta dosin vaksin Covid-19 kategori tersebut.

“Kemarin pemerintah sudah menugaskan Kementerian BUMN nanti untuk membantu vaksin mandiri. Itu kurang lebih untuk 75 juta jiwa, nanti datanya ada atau sekitar 160 juta lebih dosis,” ujar Erick, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Brasil Tangguhkan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Indonesia?

Erick membeberkan alasan mengapa hanya 75 juta jiwa yang akan menerima vaksin Covid-19 kategori mandiri.

“Kenapa angkanya lebih dari 75 juta, karena kita ada serep (cadangan) kurang lebih 10 persen. Ini pun kemarin sudah rapat dengan Kejaksaan, BPKP, LKPP, kemungkinan angka yang tidak terpakai atau rusak kemarin mereka coba tingkatkan sampai 15 persen,” kata Erick.

Mantan bos Inter Milan itu belum bisa mengungkapkan vaksin Covid-19 buatan mana yang akan digunakan. Menurut dia, semua tergantung keputusan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Adapun kandidatnya, yakni vaksin buatan Sinovac, Novovax, Merah Putih dan yang lainnya.

“Vaksin yang dipilih pemerintah itu vaksin yang sesuai dengan WHO. Vaksin ini juga sudah menjalani uji klinis tahap I dan II, Sinovac sudah menjalani uji klinis di Indonesia," ungkapnya.

Dalam penyalurannya, lanjut Erick, dirinya akan melibatkan BioFarma dan Telkom. Selain itu, nantinya juga akan dibantu oleh tim BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, TNI/Polri, Kemendagri dan Kominfo.

“Kami sedang mempersipakan suatu sistem yang dimana sistem ini akan dipaparkan hari ini. Sistem ini untuk mendukung salah satu programnya vaksin mandiri selain juga vaksin bantuan pemerintah. Jadi sistem ini menjadi mother head-nya,” ujarnya.

Baca juga: Lagi, Bill Gates Donasi Rp 980 Miliar untuk Vaksin Covid-19



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X