Kompas.com - 19/11/2020, 12:43 WIB
Ilustrasi GrabBike Dok. GrabIlustrasi GrabBike

Di sisi lain, Grab juga menerapkan metode Perlindungan PII (Personally identifiable information, dalam tiga cara.

Pertama, deteksi otomatis jika mitra pengemudi melakukan screenshots terhadap PII, misalnya nama penumpang, mitra pengemudi akan mendapatkan peringatan jika melakukannya.

Kedua, Grab akan menyembunyikan detil perjalanan setelah perjalanannya selesai, dan ketiga, melalui VOIP dan number masking akan membantu pengguna berkomunikasi dengan mitra pengemudi tanpa harus menampilkan nomor mereka.

“Asia Tenggara merupakan kawasan yang rentan terutama dengan tingkat literasi digital yang rendah. Dengan jutaan pengguna yang baru online tahun ini, mereka mungkin saja tidak menyadari ancaman yang rentan seperti serangan phising,” ucapnya.

Menurut dia, akun penipuan memiliki pola penggunaan yang berbeda dari akun normal. Melalui kombinasi sinyal dari data pengguna dan klik, dapat dengan mudah mendeteksi akun dan pemesanan aneh dengan cepat.

“Kami terus menambahkan intelligent authentications untuk memastikan keamanan digital dengan model machine learning,” katanya.

Baca juga: Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Gandeng Grab hingga Hyundai

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.