Erick Thohir Mau Bentuk Holding BUMN Jasa Survei

Kompas.com - 19/11/2020, 13:36 WIB
Tampilan layar situs PT Surveyor Indonesia www.ptsi.co.idTampilan layar situs PT Surveyor Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir ingin membentuk holding BUMN Jasa Survei. Nantinya, akan ada tiga perusahaan pelat merah yang akan bergabung ke dalam holding tersebut.

Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tiga perusahaan tersebut, yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia.

“Kementerian BUMN sudah memutuskan akan dibentuk holding, akan dibentuk satu kesatuan dari ketiga perusahaan ini,” ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Mimpi Erick Thohir: BUMN Jangan Hanya Tarkam, tetapi Harus Mendunia

Budi menambahkan, Biro Klasifikasi Indonesia akan dijadikan induk holding BUMN Jasa Survei ini.

“Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia akan bergabung menjadi tiga BUMN di bawah Biro Klasifikasi Indonesia untuk mengintegerasikan seluruh kemampuan BUMN dalam menggerakan, membangun bisnis testing, inspection and sertification di Indonesia,” kata mantan Direktur Utama Inalum ini.

Budi berharap dengan bergabungnya tiga perusahaan pelat merah ini ke dalam satu holding bisa memperluas lini bisnisnya.

“Mudah-mudahan dengan skala makin besar ini membuat kita makin mampu untuk mengadposi teknologi baru, kita makin mampu untuk masuk ke bisnis-bisnis baru yang memang membutuhkan sertifikasi dan testing,” ungkapnya.

Baca juga: Erick Thohir Ditugaskan Siapkan Vaksin Covid-19 Berbayar untuk 75 Juta Jiwa



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X