Percepat Pemulihan Ekonomi, BI Turunkan Suku Bunga Jadi 3,75 Persen

Kompas.com - 19/11/2020, 14:46 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020) Dok. Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) akhirnya kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 days (reserve) repo rate (BI-7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 persen.

Penurunan ini terjadi usai BI mempertahankan suku bunga sebanyak 3 kali berturut-turut sejak Agustus lalu.

BI juga menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3 persen dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen.

Baca juga: Presiden Jokowi Ajak Pengusaha Asia Pasifik Tanam Modal di Indonesia

Hal itu disetujui dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 18-19 November 2020.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, keputusan tersebut mempertimbangkan tingkat inflasi yang rendah dan stabilitas eksternal yang terjaga langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"BI berkomitmen mendukung 0enyediakan likuditas termasuk dukungan pada pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional," kata Perry dalam jumpa pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur bulan November, Kamis (19/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perry mengungkap, keputusan mempertimbangkan beberapa indikator yang membaik pada Oktober 2020, yakni membaiknya mobilitas masyarakat, penjualan makanan dan penjualan online, membaiknya PMI manufaktur, dan membaiknya pendapatan masyarakat.

Di sisi eksternal, neraca pembayaran Indonesia tetap baik.

Neraca pembayaran pada kuartal III 2020 mengalami surplus, diperkirakan didorong oleh perbaikan transaksi berjalan dan transaksi modal finansial.

Perkembangan positif pun berlanjut pada Oktober 2020 didukung oleh posisi neraca perdagangan yang mengalami surplus, di samping mulai masuknya aliran modal asing.

"Hingga 16 Oktober 2020, BI mencatat terjadi net inflows sebesar 3,68 miliar dollar AS," ungkap Perry.

Baca juga: Pekerja Disabilitas Alami Penurunan Pendapatan hingga 80 Persen Selama Pandemi

Beberapa indikator lainnya adalah posisi cadangan devisa yang tetap tinggi, yakni sebesar 133,7 miliar dollar AS pada akhir Oktober 2020.

Meski menurun dibanding posisi akhir September 2020 sebesar 135,2 miliar dollar AS, posisinya tetap tinggi.

Cadangan devisa masih setara dengan pembiayaan 9,7 bulan impor atau 9,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," jelas Perry.

Lalu, terjadi penguatan kurs rupiah terhadap dollar AS.

Pada 18 November 2020, kurs rupiah menguat 3,94 persen secara point to point (ptp) dibanding akhir Oktober 2020.

Perkembangan ini melanjutkan penguatan pada September 2020, sebesar 1,74 persen (ptp). Namun sepanjang 2020, rupiah terdepresiasi sebesar 1,33 persen (ytd) dibanding akhir tahun 2019.

Baca juga: Startup di 5 Sektor Ini Bisa Dapat Suntikan Modal Rp 710 Miliar dari Negara APEC

Selanjutnya, tingkat inflasi masih rendah sejalan dengan permintaan konsumsi masyarakat yang belum kuat.

IHK pada bulan Oktober 2020 tercatat sebesar 0,07 persen secara bulanan (mtm). Sehingga secara tahunan, inflasi tetap rendah sebesar 1,44 persen (yoy).

"BI memperkirakan inflasi akhir tahun 2020 lebih rendah dari batas bawah sasaran inflasi. Pada tahun 2021, inflasi akan kembali ke sasarannya 3 persen plus minus 1 persen," pungkas Perry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.