Burden Sharing, Pemerintah Jual SUN Rp 27 Triliun ke BI

Kompas.com - 19/11/2020, 15:29 WIB
ilustrasi rupiah, ilustrasi anggaran thikstockphotosilustrasi rupiah, ilustrasi anggaran
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam upaya membiayai Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kali ini, Bank Indonesia menyerap SUN yang diterbitkan dengan cara Private Placement tersebut. Nilai SUN tersebut mencapai Rp 27 triliun.

"Penerbitan SUN hari ini merupakan transaksi yang ke tujuh untuk pemenuhan sebagian pembiayaan Public Goods," tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam siaran pers, Jakarta (19/11/2020).

Baca juga: Mau Suntik Startup, Para CEO Cari Dana Rp 355 Miliar

Ada 4 seri SUN yang diserap oleh BI yakni VR0058, VR0059, VR0060 dan VR0061. Tanggal jatuh tempo SUN tersebut yakni 23 November 2025 hingga 23 November 2028.

DJPPR menyebutkan, total kebutuhan pembiayaan Public Goods diproyeksikan sebesar Rp 397,56 triliun.

Kebutuhan ini meliputi belanja kesehatan, perlindungan sosial, serta pembiayaan sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemda.

Sebelumnya, pemerintah dan Bank Indonesia sudah menyepakati skema tanggung renteng (burden sharing) di tengah pandemi Covid-19.

Lewat skema tersebut, Bank Indonesia bisa membeli atau menyerap surat berharga negara di pasar perdana.

Baca juga: AS Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Bagaimana Indonesia?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta SWF Kejar Target 20 Miliar Dollar AS, Jokowi: Duit yang Gede Banget

Minta SWF Kejar Target 20 Miliar Dollar AS, Jokowi: Duit yang Gede Banget

Whats New
Benda Asing Tidak Berawak dan Kewaspadaan Nasional

Benda Asing Tidak Berawak dan Kewaspadaan Nasional

Whats New
Bos OJK Prediksi Kredit Perbankan Bisa Tumbuh 7,5 Persen pada 2021

Bos OJK Prediksi Kredit Perbankan Bisa Tumbuh 7,5 Persen pada 2021

Whats New
Permudah Akses Informasi di Mamuju Pascagempa,  Telkom Sediakan Internet Gratis dan Genset Mobile

Permudah Akses Informasi di Mamuju Pascagempa, Telkom Sediakan Internet Gratis dan Genset Mobile

Whats New
Uni Eropa, Gigih Tolak Sawit Indonesia, Tapi Butuh Nikelnya

Uni Eropa, Gigih Tolak Sawit Indonesia, Tapi Butuh Nikelnya

Whats New
Produksi Korporasi Terganggu, Kredit Bank Terkontraksi Minus 2,41 Persen Sepanjang 2020

Produksi Korporasi Terganggu, Kredit Bank Terkontraksi Minus 2,41 Persen Sepanjang 2020

Whats New
OJK Proyeksi Ekonomi Kuartal IV Minus hingga 2 Persen

OJK Proyeksi Ekonomi Kuartal IV Minus hingga 2 Persen

Whats New
Menaker Instruksikan Tim BLK Makassar Segera Salurkan Bantuan ke Korban Gempa di Sulbar

Menaker Instruksikan Tim BLK Makassar Segera Salurkan Bantuan ke Korban Gempa di Sulbar

Rilis
Mobil Asal Indonesia Kena 'Safeguard' Filipina, Pemerintah Layangkan Keberatan

Mobil Asal Indonesia Kena "Safeguard" Filipina, Pemerintah Layangkan Keberatan

Whats New
6 Tahun Terakhir, Penyaluran Dana Desa Capai Rp 323 Triliun

6 Tahun Terakhir, Penyaluran Dana Desa Capai Rp 323 Triliun

Whats New
Indonesia Kini Negara Pengekspor Barang Industri, Mendag: Sengketa Dagang Bakal Terus Ada

Indonesia Kini Negara Pengekspor Barang Industri, Mendag: Sengketa Dagang Bakal Terus Ada

Whats New
Kilang Cilacap Kini Memproduksi Green Diesel dan Avtur

Kilang Cilacap Kini Memproduksi Green Diesel dan Avtur

Whats New
Gramedia Gelar Kompetisi Online, Ini Cara Mengikutinya

Gramedia Gelar Kompetisi Online, Ini Cara Mengikutinya

Whats New
Sisa Anggaran 2020 Capai Rp 234,7 Triliun, Ini Penjelasan Kemenkeu

Sisa Anggaran 2020 Capai Rp 234,7 Triliun, Ini Penjelasan Kemenkeu

Whats New
Capex 2021 Naik 2 Kali Lipat, Preskom: Saham PTPP Akan Terus Naik

Capex 2021 Naik 2 Kali Lipat, Preskom: Saham PTPP Akan Terus Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X