Mau Pimpin Pasar Operator Penerbangan di ASEAN, Ini Strategi AP II

Kompas.com - 19/11/2020, 21:46 WIB
Suasana sepi di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (25/4/2020). Bandara Soekarno-Hatta untuk sementara tidak melayani angkutan penumpang mulai Jumat (24/4/2020) hingga 1 Juni mendatang. Peraturan tersebut dalam rangka pengendalian transportasi selama musim mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana sepi di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (25/4/2020). Bandara Soekarno-Hatta untuk sementara tidak melayani angkutan penumpang mulai Jumat (24/4/2020) hingga 1 Juni mendatang. Peraturan tersebut dalam rangka pengendalian transportasi selama musim mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) berhasrat ingin menjadi pemimpin pasar operator penerbangan di ASEAN. Strategi baru transpormasi pun ditetapkan.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, program Transformation 2.0 (2020 – 2024) akan mengembangkan aspek business dan portofolio.

" AP II harus mampu menghidupkan Airport Business Ecosystem misalnya masuk ke ritel Food & Beverages, event di bandara, edutainment di bandara, sampai hospitality, healthy, dan learning," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

"Serta menciptakan Digital Ecosystem Service misalnya dengan meluncurkan e-payment,” sambung dia.

Di sisi lain, AP II akan menerapkan konsep adjacent business untuk menciptakan bisnis baru (new wave business) guna memperluas pasar dari bisnis inti (aeronautika dan nonaeronautika).

Baca juga: Sederet Pra-Event Kompasianival 2020, Ada Apa Saja?

Konsep tersebut akan dijalankan bersamaam dengan utilisasi dan optimalisasi. Misalnya memanfaatkan lahan kosong untuk menciptakan pendapatan baru dan kerja sama pengelolaan hotel di bandara.

Pengembangan aspek business dan portfolio juga fokus pada percepatan peningkatan fasilitas dan layanan melalui kolaborasi dan kemitraan dengan perusahaan nasional dan multinasional.

"Melalui kemitraan, AP II berbagi capital expenditure dan pengalaman sehingga bandara dapat dikembangkan lebih cepat dengan berbagai fasilitas kelas dunia," kata Awaluddin.

Program Transformation 2.0 (2020 – 2024) ini berbeda dengan Transformation 1.0 (2016 – 2020). Pada transformasi pertama, fokus pengembangan adalah meningkatkan kontribusi pendapatan bisnis nonaeronautika.

Hal tersebut dilakukan agar pendapatan bisnis nonaeronautika lebih besar dibandingkan dengan pendapatan bisnis aeronautika. Salah satunya dengan mengejar bisnis baru melalui anak usaha.

Baca juga: LPEI Sebut 2.200 Mitra Binaannya Siap Melakukan Ekspor

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X