Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Sama-sama Merah

Kompas.com - 20/11/2020, 10:13 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah bergerak di zona merah pada awal perdagangan Jumat (20/11/2020).

IHSG sebenarnya sempat mencicipi zona hijau dengan dibuka menguat hingga menembus level 5.600. Namun beberapa saat kemudian indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) tergelincir ke zona merah hingga kembali ke level 5.500-an.

Pukul 09.54 WIB, IHSG melemah 0,21 persen ke posisi 5.582,11

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, IHSG hari ini berpotensi melemah dengan dibayangi aksi profit taking setelah mengalami penguatan sepanjang pekan ini.

Baca juga: IHSG Berpeluang Melemah karena Potensi Profit Taking, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

“IHSG diprediksi melemah, meskipun secara teknikal saat ini pergerakan masih dalam trend bullish yang cukup kuat namun perlu diwaspadai adanya aksi profit taking dalam jangka pendek,” kata Dennies, Kamis (19/11/2020).

Sementara bursa Asia pagi ini mayoritas berada di zona hijau.  Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,25 persen, indeks Shanghai Komposit menguat 0,05 persen, dan indeks Strait Times juga bertambah 0,75 persen. Sedangkan indeks Nikkei melemah 0,74 persen.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah hingga menyentuh level 14.200.

Melansir Bloomberg, pukul 09.44 WIB rupiah melemah 0,32 persen menjadi Rp 14.200 per dollar AS dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.154 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, hari ini rupiah berpotensi bergerak menguat terbatas karena pergerakan aset berisiko di pasar Asia beragam. Di sisi lain, dollar AS terlihat tertekan terhadap nilai tukar emerging market pagi ini.

Rupiah bisa bergerak dalam kisaran sempit dan mungkin ikut menguat mengikuti pergerakan nilai tukar lainnya,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston bilang, kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus Covid-19 di dunia yang menekan aset berisiko, dan beradu dengan harapan akan efektifitas vaksin Covid-19.

Sementara sentimen dari dalam negrei, keputusan penurunan suku bunga acuan bisa menekan laju rupiah terhadap dollar AS karena spread imbal hasil yang menipis.

Ariston memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.100 per dollar AS sampai dengan Rp 14.200 per dollar AS.

Baca juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Rupiah Lanjutkan Pelemahan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Whats New
Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

Rilis
Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Work Smart
Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Rilis
Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Rilis
Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Whats New
Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Whats New
Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Whats New
Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Whats New
Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Whats New
Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Whats New
OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

Whats New
Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Earn Smart
Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X