Boeing 737 Max Sudah Boleh Terbang, Lion Air Mau Gunakan Lagi?

Kompas.com - 20/11/2020, 11:01 WIB
Lion Air B737 MAX 8 PK-LQP di pabrik Boeing di Seattle, (13/8/2018). BOEING/Paul C GordonLion Air B737 MAX 8 PK-LQP di pabrik Boeing di Seattle, (13/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Penerbangan Amerika Serikat (AS) atau Federal Aviation Administration (FAA) sudah mencabut larangan terbang Boeing 737 Max. Salah satu maskapai dalam negeri yang memiliki pesawat jenis tersebut adalah Lion Air.

Lantas, apakah Lion Air akan kembali menggunakan pesawat dengan jenis yang sama pada kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, 29 Oktober 2019?

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandal Prihartono, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu kepastian kebijakan dari regulator, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga: Setelah 20 Bulan Dikandangkan, Boeing 737 Max Diperbolehkan Terbang Lagi

Selain itu, maskapai dengan logo singa merah itu juga masih menanti pernyataan resmi dari Boeing sebagai produsen dari pesawat jenis tersebut.

"Kami sebagai operator atau pengguna pesawat, masih menunggu keputusan dari pabrikan pesawat dan regulator," kata Danang kepada Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Danang menambah, sampai saat ini terdapat 10 unit Boeing 737 Max 8, yang seluruhnya masih dikandangkan di dalam negeri.

"Masih status grounded, tidak diterbangkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Danang belum bisa berkomentar lebih banyak, apakah pihaknya akan kembali menerbangkan armada Boeing 737 Max setelah nantinya Kemenhub memperbolehkan pesawat jenis tersebut untuk mengudara.

Sebelumnya, Kemenhub belum bisa memastikan pesawat B737 MAX buatan Boeing sudah boleh kembali mengudara di langit Indonesia meskipun Otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) resmi mencabut status grounded atau larangan terbang pesawat jenis tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pihaknya perlu melakukan beberapa tahapan pengecekan sebelum akhirnya pesawat tersebut boleh kembali terbang.

“Untuk Indonesia kita mempunyai aturan, kita mempunyai suatu prosedur yang tetap harus dilakukan," ujar Novie dalam webinar.

Namun mantan Direktur Utama AirNav Indonesia itu tak merinci apa saja prosedur yang perlu dilalui sebelum pesawat B737 MAX bisa kembali terbang di Indonesia.

“Jadi untuk bisa diterbangkan tentu saja kita akan melakukan suatu kegiatan sesuai peraturan perundangan yang sudah kita tentukan sebelumnya. Jadi tidak serta merta ya, tidak secara otomatis setelah FAA menyatakan ia layak terbang kemudian kita juga bisa melakukan penerbangan langsung," kata dia.

Baca juga: AS Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Bagaimana Indonesia?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X