Erick Thohir Copot Direktur Keuangan Garuda Peninggalan Ari Ashkara

Kompas.com - 20/11/2020, 12:48 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).
DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai perwakilan dari pemerintah selaku pemegang saham PT Garuda Indonesia Tbk mencopot Fuad Rizal dari jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko.

Fuad merupakan satu-satunya jajaran direksi Garuda Indonesia yang tersisa saat perusahaan tersebut masih dipimpin oleh Ari Askhara.

“Perubahan pengurus perseroan di mana Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia dari Pak Fuad Rizal digantikan oleh Pak Prasetio,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Fenomena Garuda: Rugi Rp 15 Triliun, Sahamnya Justru Meroket 40 Persen

Prasetio sendiri merupakan Coorporate Advisor Garuda Indonesia. Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Merpati Nusantara Airlines.

Di dunia perbankan, Prasetio pernah menjabat sebagai Vice President Credit Policy and Administration Group Head di PT Bank Niaga Tbk.

Lalu dia juga pernah menjadi staf ahli direktur utama sekaligus komisaris di BNI.

Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Perum Peruri pada periode 2012-2017 lalu.

Saat itu Menteri BUMN masih dijabat oleh Dahlan Iskan.

Selain perubahan susuan direksi, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia juga memutuskan untuk menerbitkan menerbitkan OWK (Obligasi Wajib Konversi) dengan total maksimum Rp 8,5 triliun .

“Persetujuan para pemegang saham untuk Garuda menerbitkan OWK (Obligasi Wajib Konversi) dengan total maksimum Rp 8,5 triliun dengan tenor maksimum 7 tahun yang wajib dikonversi menjadi saham baru begitu jatuh tempo,” kata Irfan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X