Pilot Garuda Perlu Training Ulang Sebelum Terbangkan B 737 Max

Kompas.com - 20/11/2020, 14:18 WIB
Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). ARSIP GARUDA INDONESIAPesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya tidak serta merta bisa langsung mengoperasikan pesawat Boeing 737 Max kembali meski Federal Aviation Administration (FAA) sudah mencabut larangan terbang pesawat tersebut.

“Untuk bisa mengoperasikan tentu saja membutuhkan aturan-aturan persetujuan dari otoritas Republik Indonesia," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/11/2020).

Selain itu, kata Irfan, pilot-pilot Garuda Indonesia juga perlu melakukan pelatihan ulang sebelum mengoperasikan pesawat jenis tersebut kembali.

Baca juga: AS Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Bagaimana Indonesia?

“Untuk melakukan penerbangan ini ada persiapan yang harus dilakukan termasuk pesiapan pesawat dan retraining dari para pilotnya, dimana ada jangka waktu cukup lama karena pilot kita harus melalui training dan re-sertifikasi,” kata Irfan.

Sebelumnya, lembaga penerbangan Federal Aviation Administration (FAA) kembali memperbolehkan pesawat Boeing 737 Max untuk kembali mengudara, setelah 20 bulan dilarang terbang.

Diberikan sebelumnya, lampu hijau kepada Boeing 737 Max untuk mengudara disebut jauh lebih lama dari perkiraan banyak pihak.

Namun, diperbolehkannya Boeing 737 Max untuk mengudara langsung mendongkrak saham produsen pesawat asal AS itu sebesar 6 persen, pada perdagangan Rabu (18/11/2020) waktu setempat.

Meskipun begitu, maskapai-maskapai asal AS masih meragukan apakah calon penumpang ingin menaiki jenis pesawat yang pada tahun 2019 mengalami dua kali kecelakaan fatal itu.

Baca juga: Penerbangan Lesu, Boeing Cuma Kirim 11 Pesawat pada September 2020

"Apabila pelanggan tidak ingin terbang menggunakan 737 Max, mereka tidak perlu melakukan itu," ujar seorang eksekutif American Airlines, dikutip Kamis.

Oleh karenanya, FAA menyebutkan, sebelum kembali diterbangkan, perlu ada perubahan yang dilakukan berdasarkan hasil investigasi di setiap armada pesawat.

Para pilot juga diminta untuk mengikuti pelajaran tambahan.

Sebagaimana diketahui, Boeing 737 Max dilarang untuk mengudara sejak Maret 2019, setelah terjadi kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 jiwa, hanya dalam lima bulan.

Pada 29 Oktober 2018  pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang. Sebanyak 189 orang yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, 5 kru dinyatakan meninggal dunia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X