Menaker: Era Digital, Wanita Memegang Andil Besar dalam Perubahan Ekosistem Ketenagakerjaan

Kompas.com - 20/11/2020, 15:18 WIB
Menaker Ida Fauziyah berikan sambutan sekaligus pengarahan pada acara Rakor LSP bertema Sertifikasi sebagai Jaminan Mutu Tenaga Kerja Kompeten di Jakarta, Selasa (17/11/2020).
DOK. Humas KemnakerMenaker Ida Fauziyah berikan sambutan sekaligus pengarahan pada acara Rakor LSP bertema Sertifikasi sebagai Jaminan Mutu Tenaga Kerja Kompeten di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pergeseran industri maupun pekerjaan menuju era digital yang didukung perluasan akses internet memainkan peran vital dalam perekonomian negara.

Karena diyakini akan menyerap lebih dari setengah tenaga kerja di Indonesia, utamanya kaum perempuan.

“Peluang kerja bagi wanita di era digital dapat dikatakan memegang andil besar dalam perubahan ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Menaker Minta Penerima Subsidi Gaji Sabar karena Dana yang Ditransfer Cukup Besar

Lebih lanjut kata Ida, dengan pemanfaatan teknologi digital yang baik, perempuan akan mampu mengasah kompetensi diri. Apalagi bagi para pekerja wanita yang bekerja di dalam negeri.

Hal ini merupakan bentuk investasi dan perlindungan diri melalui program jaminan sosial yang disediakan pemerintah.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga tetap berkomitmen untuk mendorong perlindungan para pekerja khususnya wanita yang berada di luar negeri.

Perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri merupakan bagian dari kewajiban negara untuk memenuhi hak-hak konstitusional sebagai warga negara,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 berdampak pada sosial dan ekonomi perempuan.

Bintang mengatakan, berdasarkan data 16 April 2020 jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 2.358. Dari data tersebut sebanyak 762 orang pekerja perempuan terkena PHK.

Baca juga: Menaker Akui, Sebelum UU Cipta Kerja Terbit Banyak Regulasi Berbelit dan Tumpang Tindih



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X