Hindari Tumpang Tindih, Patimban harus Sinergi dengan Pelabuhan Tanjung Priok

Kompas.com - 20/11/2020, 18:37 WIB
Ekonomi Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani tersenyum Dok. Sinar MasEkonomi Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani tersenyum

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah fokus membangun Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia. Sejumlah pihak beranggapan, proyek tersebut akan menjadi ancaman bagi Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

Jarak antara Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Tanjung Priok yang tidak terlalu jauh dan juga miripnya fungsi dari kedua pelabuhan menimbulkan adanya anggapan potensi persaingan antar kedua pelabuhan.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, untuk mencegah terjadinya persaingan antara Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Tanjung Priok, perlu adanya pembahasan terkait fungsi pelabuhan.

Baca juga: IPCM Ungkap Rencana Ekspansi di Pelabuhan Patimban

Kedua pelabuhan tersebut seharusnya mampu untuk melengkapi satu sama lain, sehingga dapat memaksimalkan angkutan logistik nasional.

“Harus related dengan Tanjung Priok, sehingga tidak terjadi persaingan antara Tanjung Priok dan Patimban,” kata Aviliani dalam diskusi virtual, Jumat (20/11/2020).

Lebih lanjut, Aviliani menilai, saat ini mayoritas pelaku usaha melakukan kolaborasi ketimbang bersaing untuk mempercepat tumbuhnya bisnis. Hal ini lah yang perlu dilakukan antara kedua pelabuhan besar di Indonesia itu.


“Bisa adanya pembagian tugas antara pelabuhan Tanjung Priok dan Patimban di dalam mengelola pelabuhan,” ucapnya.

Sebelumnya Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menyoroti pembagian pangsa pasar antara Pelabuhan Patimban dengan Pelabuhan Tanjung Prioko.

Siswanto meyakini, Pelabuhan Patimban akan mengambil pasar yang selama ini telah dilayani oleh Pelabuhan Tanjung Priok.

Pasalnya, sebagian besar kawasan industri berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, yang lebih dekat dengan Pelabuhan Patimban.

“Pasarnya Patimban mana? Ya Tanjung Priok. Itu kan yang akan dilahap dia. Kalau Patimban punya pasar sendiri tidak masalah. Tapi ini pasarnya tumpang tindih,” tuturnya kepada Kompas.com.

Baca juga: Pembangunan Tahap I Pelabuhan Patimban Ditargetkan Rampung Pada 2023



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X