Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Digugat Eks-Nasabah Senilai Rp 64 Miliar, Bos Jouska: Saya Akan Taat Hukum

Kompas.com - 20/11/2020, 18:39 WIB
Yohana Artha Uly,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder dan CEO PT Jouska Financial Indonesia (Jouska) Aakar Abyasa Fidzuno menyatakan siap mengikuti proses hukum terkait gugatan yang dilayangkan oleh eks nasabah Jouska kepada dirinya.

Sebanyak 45 eks nasabah Jouska yang diwakili oleh Kantor Hukum Munde Herlambang & Partners menggugat Aakar dan afiliasinya ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan tuntutan total ganti rugi sebesar Rp 64 miliar.

"Saya akan taat dengan proses hukum," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Ia mengatakan, dengan adanya upaya hukum yang dilakukan oleh para eks-nasabah Jouska diharapkan bisa semakin memperjelas penyelesaian kasus investasi di perusahaan perencanaan keuangan tersebut.

Baca juga: Puluhan Eks Nasabah Jouska Gugat Aakar Abyasa Senilai Rp 64 Miliar

"Dengan adanya upaya hukum semacam ini dari pihak klien semoga masalah ini menjadi semakin terang dan ada solusi," kata Aakar.

Untuk diketahui, ke-45 eks nasabah tersebut mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap 10 pihak terkait kasus Jouska. Gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara No.676.Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst pada 19 November 2020.

Kesepuluh tergugat yakni Aakar Abyasa Fidzuno sebagai tergugat I, Caroline Himawati Hidajat tergugat, Josephine Handayani Hidajat tergugat III, Chrisne Herawati tergugat IV, dan PT Phillip Sekuritas Indonesia tergugat V.

Selain itu, PT Sentral Mitra Informatika Tbk sebagai tergugat VI, PT Amarta Investa Indonesia tergugat VII, PT Jouska Finansial Indonesia tergugat VIII, PT Mahesa Strategis Indonesia tergugat IX, serta PT MNC Sekuritas tergugat X.

Dalam keterangan resmi Kantor Hukum Munde Herlambang & Partners, dijelaskan bahwa Jouska melalui Aakar diduga mengarahkan dan memanfaatkan rekening para penggugat atau eks nasabah lewat perusahaan afiliasi yakni Amarta dan Mahesa, untuk melakukan pembelian secara masif pada saham Sentral Mitra Informatika, emiten berkode LUCK.

Pembelian secara masif tersebut mengakibatkan harga saham LUCK meningkat signifikan yang secara sengaja diciptakan atau dikenal dengan istilah "goreng saham", bukan berdasarkan dari valuasi atau penilaian investor terhadap keadaan keuangan, aset, atau prospektus dari LUCK sendiri.

Baca juga: Damai dengan Klien, CEO Jouska Sebut Sudah Gelontorkan Rp 13 Miliar

Kemudian, dijelaskan antara Aakar selaku pemegang saham sekaligus komisaris Amarta dan Mahesa, dengan Caroline, Josephine, dan Christine selaku pemegang saham LUCK telah menandatangani perjanjian melawan hukum untuk memanipulasi harga di bursa saham.

Sementara peran Philip Sekuritas dan MNC Sekuritas selaku perusahaan tempat para eks-nasabah membuka dan menyimpan dana dalam bentuk rekening dana investor (RDI), diduga memberikan akses atau bekerja sama dengan Amarta dan Mahesa yang tidak memiliki izin sebagai manajer investasi.

"Tujuannya dalam rangka melakukan transaksi jual beli saham LUCK tanpa persetujuan dan sepengetahuan serta konfirmasi penggugat," jelas kuasa hukum para eks-nasabah dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3 Cara Transfer Pulsa Telkomsel

3 Cara Transfer Pulsa Telkomsel

Whats New
Beda Suara 2 Menteri Jokowi Soal Penyaluran Bansos Tidak Tepat Sasaran

Beda Suara 2 Menteri Jokowi Soal Penyaluran Bansos Tidak Tepat Sasaran

Whats New
Upaya merger UUS BTN dan Bank Muamalat Belum Ada Titik Terang, DPR Apresiasi Upaya Kehati-hatian

Upaya merger UUS BTN dan Bank Muamalat Belum Ada Titik Terang, DPR Apresiasi Upaya Kehati-hatian

Whats New
Dampak Relaksasi Impor, Industri Tekstil RI Diprediksi Terus Alami Penurunan Daya Saing

Dampak Relaksasi Impor, Industri Tekstil RI Diprediksi Terus Alami Penurunan Daya Saing

Whats New
Pelemahan Rupiah Bikin Maskapai Babak Belur

Pelemahan Rupiah Bikin Maskapai Babak Belur

Whats New
BUMN Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

BUMN Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 Diikuti 15.000 Peserta, Dorong 'Sports Tourism' Jakarta

Ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 Diikuti 15.000 Peserta, Dorong "Sports Tourism" Jakarta

Whats New
Program 'River Clean Up' Bersihkan 139 Kg Sampah dari Sekitar Sungai Ciliwung

Program "River Clean Up" Bersihkan 139 Kg Sampah dari Sekitar Sungai Ciliwung

Whats New
Andre Taulany Cari Karyawan, Simak Posisi dan Syarat Lowongan Kerjanya

Andre Taulany Cari Karyawan, Simak Posisi dan Syarat Lowongan Kerjanya

Whats New
Ini Upaya PetroChina Jabung Amankan Pasokan Gas Dalam Negeri

Ini Upaya PetroChina Jabung Amankan Pasokan Gas Dalam Negeri

Whats New
Kala Mendiang Tanri Abeng Berantas Korupsi Sedemikian Parah di Garuda

Kala Mendiang Tanri Abeng Berantas Korupsi Sedemikian Parah di Garuda

Whats New
OJK Harap Program Penjaminan Polis Dapat Tingkatkan Kepercayaan Nasabah Asuransi

OJK Harap Program Penjaminan Polis Dapat Tingkatkan Kepercayaan Nasabah Asuransi

Whats New
Cara Buka Blokir ATM BCA Tanpa ke Bank dan Syarat yang Diperlukan

Cara Buka Blokir ATM BCA Tanpa ke Bank dan Syarat yang Diperlukan

Spend Smart
Jurus Pertamina Patra Niaga Layani Kebutuhan Energi Sampai ke Pelosok

Jurus Pertamina Patra Niaga Layani Kebutuhan Energi Sampai ke Pelosok

Whats New
Pemkab Lebak Berhasil Turunkan Inflasi dari 4 Persen Per Januari Jadi 2 Persen Pada Mei 2024

Pemkab Lebak Berhasil Turunkan Inflasi dari 4 Persen Per Januari Jadi 2 Persen Pada Mei 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com