Digugat Eks-Nasabah Senilai Rp 64 Miliar, Bos Jouska: Saya Akan Taat Hukum

Kompas.com - 20/11/2020, 18:39 WIB
CEO PT Jouska Financial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno dalam acara konferensi pers mengenai kasus investasi klien Jouska, Selasa (1/9/2020). PR JOUSKACEO PT Jouska Financial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno dalam acara konferensi pers mengenai kasus investasi klien Jouska, Selasa (1/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder dan CEO PT Jouska Financial Indonesia (Jouska) Aakar Abyasa Fidzuno menyatakan siap mengikuti proses hukum terkait gugatan yang dilayangkan oleh eks nasabah Jouska kepada dirinya.

Sebanyak 45 eks nasabah Jouska yang diwakili oleh Kantor Hukum Munde Herlambang & Partners menggugat Aakar dan afiliasinya ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan tuntutan total ganti rugi sebesar Rp 64 miliar.

"Saya akan taat dengan proses hukum," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Ia mengatakan, dengan adanya upaya hukum yang dilakukan oleh para eks-nasabah Jouska diharapkan bisa semakin memperjelas penyelesaian kasus investasi di perusahaan perencanaan keuangan tersebut.

Baca juga: Puluhan Eks Nasabah Jouska Gugat Aakar Abyasa Senilai Rp 64 Miliar

"Dengan adanya upaya hukum semacam ini dari pihak klien semoga masalah ini menjadi semakin terang dan ada solusi," kata Aakar.

Untuk diketahui, ke-45 eks nasabah tersebut mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap 10 pihak terkait kasus Jouska. Gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara No.676.Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst pada 19 November 2020.

Kesepuluh tergugat yakni Aakar Abyasa Fidzuno sebagai tergugat I, Caroline Himawati Hidajat tergugat, Josephine Handayani Hidajat tergugat III, Chrisne Herawati tergugat IV, dan PT Phillip Sekuritas Indonesia tergugat V.

Selain itu, PT Sentral Mitra Informatika Tbk sebagai tergugat VI, PT Amarta Investa Indonesia tergugat VII, PT Jouska Finansial Indonesia tergugat VIII, PT Mahesa Strategis Indonesia tergugat IX, serta PT MNC Sekuritas tergugat X.

Dalam keterangan resmi Kantor Hukum Munde Herlambang & Partners, dijelaskan bahwa Jouska melalui Aakar diduga mengarahkan dan memanfaatkan rekening para penggugat atau eks nasabah lewat perusahaan afiliasi yakni Amarta dan Mahesa, untuk melakukan pembelian secara masif pada saham Sentral Mitra Informatika, emiten berkode LUCK.

Pembelian secara masif tersebut mengakibatkan harga saham LUCK meningkat signifikan yang secara sengaja diciptakan atau dikenal dengan istilah "goreng saham", bukan berdasarkan dari valuasi atau penilaian investor terhadap keadaan keuangan, aset, atau prospektus dari LUCK sendiri.

Baca juga: Damai dengan Klien, CEO Jouska Sebut Sudah Gelontorkan Rp 13 Miliar

Kemudian, dijelaskan antara Aakar selaku pemegang saham sekaligus komisaris Amarta dan Mahesa, dengan Caroline, Josephine, dan Christine selaku pemegang saham LUCK telah menandatangani perjanjian melawan hukum untuk memanipulasi harga di bursa saham.

Sementara peran Philip Sekuritas dan MNC Sekuritas selaku perusahaan tempat para eks-nasabah membuka dan menyimpan dana dalam bentuk rekening dana investor (RDI), diduga memberikan akses atau bekerja sama dengan Amarta dan Mahesa yang tidak memiliki izin sebagai manajer investasi.

"Tujuannya dalam rangka melakukan transaksi jual beli saham LUCK tanpa persetujuan dan sepengetahuan serta konfirmasi penggugat," jelas kuasa hukum para eks-nasabah dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dollar AS Jatuh ke Level Terendah dalam Hampir 3 Bulan, Investor Serbu Uang Berisiko

Dollar AS Jatuh ke Level Terendah dalam Hampir 3 Bulan, Investor Serbu Uang Berisiko

Whats New
Sepekan, IHSG Melonjak Hampir 4 Persen

Sepekan, IHSG Melonjak Hampir 4 Persen

Whats New
[POPULER MONEY] Ditjen Pajak Lelang Mobil SItaan | Luhut Puji Edhy Prabowo

[POPULER MONEY] Ditjen Pajak Lelang Mobil SItaan | Luhut Puji Edhy Prabowo

Whats New
Awali Tugas Menteri KP Ad Interim, Luhut Serahkan DIPA 2021 dengan Pagu Anggaran Rp 6,65 Triliun

Awali Tugas Menteri KP Ad Interim, Luhut Serahkan DIPA 2021 dengan Pagu Anggaran Rp 6,65 Triliun

Rilis
Kebijakan Gaji PNS Bakal Diubah, BKN: Berkaitan dengan Kondisi Keuangan Negara

Kebijakan Gaji PNS Bakal Diubah, BKN: Berkaitan dengan Kondisi Keuangan Negara

Rilis
Pertamina Youthpreneur 2020 Jaring 30 Startup Terpilih

Pertamina Youthpreneur 2020 Jaring 30 Startup Terpilih

Rilis
Luhut Minta KPK Jangan Berlebihan Periksa Edhy Prabowo

Luhut Minta KPK Jangan Berlebihan Periksa Edhy Prabowo

Whats New
Luhut Ogah Lama-lama Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Luhut Ogah Lama-lama Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Whats New
Luhut Puji Edhy Prabowo: Beliau seperti Seorang Kesatria

Luhut Puji Edhy Prabowo: Beliau seperti Seorang Kesatria

Whats New
Luhut Anggap Kebijakan Terkait Benih Lobster Tidak Ada yang Salah

Luhut Anggap Kebijakan Terkait Benih Lobster Tidak Ada yang Salah

Whats New
Kehadiran Pelabuhan Patimban Dinilai Akan Hemat Ongkos Pengiriman Barang

Kehadiran Pelabuhan Patimban Dinilai Akan Hemat Ongkos Pengiriman Barang

Whats New
Lewat Pelabuhan Patimban, Luhut Janjikan 4,3 Juta Lapangan Kerja dalam Kurun Waktu 10 Tahun

Lewat Pelabuhan Patimban, Luhut Janjikan 4,3 Juta Lapangan Kerja dalam Kurun Waktu 10 Tahun

Whats New
Menhub Minta Luhut Kumpulkan Pengusaha Batak Untuk Bangun Pelabuhan di Danau Toba

Menhub Minta Luhut Kumpulkan Pengusaha Batak Untuk Bangun Pelabuhan di Danau Toba

Whats New
Beli BBM di SPBU Shell Bisa Bayar Pakai GoPay

Beli BBM di SPBU Shell Bisa Bayar Pakai GoPay

Spend Smart
Kelakar Luhut Ingin Santet Erick Thohir bila Dana PEN Kurang

Kelakar Luhut Ingin Santet Erick Thohir bila Dana PEN Kurang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X