Menaker: Karena Pandemi, Jumlah Pengangguran Bisa Mencapai 13 Juta Orang

Kompas.com - 21/11/2020, 15:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan tantangan ketenagakerhaan bertambah akibat pandemi Covid-19. Padahal sebelumnya, pasar lapangan kerja di Indonesia telah dihadapkan pada disrupsi yang disebabkan oleh otomasi di industri.

Ida mengatakan, akibat pandemi, total angka pengangguran diproyeksi bisa mencapai 12 juta hingga 13 juta orang.

"Memang kita punya tantangan, yaitu otomasi, yang menyebabkan banyak pekerjaan hilang, dan banyak pekerjaan baru tumbuh, sehingga kita harus melakukan transofrmasi dengan mengisi pekerjaan baru itu. Butuh upskilling atau reskilling itu yang sedang dilakukan pemerintah," ujar Ida dalam Grand Opening Mega Digitalk GNIK yang dilakukan secara virtutal, Sabtu (21/11/2020).

Baca juga: Bantu Atasi Pengangguran di Indonesia, Google Luncurkan Berbagai Inisiatif Ini

"Angka pengangguran total karena pandemi itu bisa mencapai 12 juta sampai 13 juta orang," jelas dia.

Ida mengatakan, untuk itulah pemerintah menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.

Harapannya dengan UU Cipta Kerja tidak hanya mengundang investasi baik dari dalam dan luar negeri, namun juga peningkatan kualitas tenaga kerja di Indonesia.

"Kalau SDM tidak disiapkan itu tidak mengatasi masalah. Selain iklim usaha yang kondusif, tenaga kerja juga harus dibangun. Pemerintah secara paralel melakukan itu, salah satunya dengan pelatihan vokasi yang dilakukan secara masif," ujar dia.

Berdasarkan data BPS terakhir, hingga Agustus 2020 ada 138 juta angkaran kerja di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 128 juta penduduk bekerja dan sebanyak 9,7 juta sisanya merupakan pengangguran.

Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pun menjadi 7,07 persen per Agustus 2020. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ida mengklaim pemerintah telah melakukan upaya serius untuk menekan angka pengangguran dalam lima tahun terakhir.

Meski kemudian upaya tersebut harus menghadapi tantangan akibat Covid019.

"Jadi jelas bahwa adanya pandemi ini menimbulkan tantangan besar bagi sektor ketenagkeajeraan di Indonesia, selain dari tatangan yang masih tetap adam yakni 57 persen lebih penduduk yang bekerja memiliki pendidikan rendah, yakni SMP ke bawah dan skill terbatas, serta masih tingginya persentase pekerja yang ada di sektor informal," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Rilis
Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Whats New
Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Work Smart
Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Whats New
UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

Smartpreneur
Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Whats New
Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Whats New
Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Whats New
Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Whats New
Harga Minyak Naik, Anggaran Subsidi Terealisasi Rp 56,62 Triliun Hingga April 2022

Harga Minyak Naik, Anggaran Subsidi Terealisasi Rp 56,62 Triliun Hingga April 2022

Whats New
DPR Minta Pejabat Kementan Diberhentikan Jika Tak Sanggup Sediakan Vaksin PMK dalam 3 Bulan

DPR Minta Pejabat Kementan Diberhentikan Jika Tak Sanggup Sediakan Vaksin PMK dalam 3 Bulan

Whats New
Cek Aturan Tarif dan Dasar Pengenaan BPHTB Terbaru

Cek Aturan Tarif dan Dasar Pengenaan BPHTB Terbaru

Spend Smart
Soal Elon Musk Investasi di RI, Luhut: Tidak Semudah Menjentikkan Jari

Soal Elon Musk Investasi di RI, Luhut: Tidak Semudah Menjentikkan Jari

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.