Tips Bos Filosofi Kopi Kelola Bisnis di Tengah Pandemi

Kompas.com - 21/11/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi kopi hijau shutterstockIlustrasi kopi hijau

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis kopi adalah salah satu sektor yang ikut tergerus omzetnya lantaran minimnya pembeli semenjak mewabahnya pandemi Covid-19.

Untuk itu para pengusaha kopi diminta untuk melakukan segala cara agar tetap bisa bertahan dan mempertahankan usahanya.

Salah satu bos Filosofi Kopi, Chicco Jerikho, mengatakan setidaknya ada 2 cara yang bisa dilakukan oleh pebisnis kopi agar bisa bertahan.

Baca juga: Pelaku Usaha Jatim Ini Sukses Ekspor Perdana Kopi ke AS dan Ubi ke Jepang

"Pertama yaitu harus kreatif dan berinivosi. Kita diminta untuk terus melakukan inovasi-inovasi baru dengan meluncurkan varian baru di menu kopi yang dijual," ujarnya dalam Dialog Kopi Kulak-Kulik Nikmatnya Bisnis Kopi, Sabtu (21/11/2020).

Di usaha dia sendiri, Chicco telah mengeluarkan varian baru untuk menggaet pembelinya.

"Misalnya expressonya dipisah dari ekstraknya atau juga untuk para pecinta longblack kami siapkan menu yang packagingnya sebesar 1 liter," ungkapnya.

Selain mengeluarkan varian, Filosofi Kopi juga telah mengeluarkan inisiatif baru yaitu mengajak penikmat kopi untuk lebih antraktif, yang biasanya hanya penikmat kopi saja, kini menjadi barista di rumah masing-masing.

"Kami mau mengajak peminum kopi itu menjadi barista di rumah dengan menu kopi packaging 1 liter. Kami pisahkan antara susu dan kopinya, nanti mereka yang menjadi baristanya dan mencampur sendiri kedua rasa itu," katanya.

Baca juga: Mengintip Cara Pengusaha Kopi Tetap "Cuan" di Tengah Pandemi

Kedua adalah memanfaatkan platform digital. Pemanfaatan digital saat ini, kata dia, merupakan hal penting.

Oleh sebab itu, pihaknya selalu memanfaatkan media sosial sebagai alat promosinya ketika memiliki menu-menu yang baru.

Hal lain yang tak kalah penting adalah melakukan promosi. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membuat story telling.

Chicco mengakui, biasanya para pecinta kopi selalu suka dengan cerita-cerita dibalik kopi, mulai dari asal hingga proses pembuatan kopi.

"Untuk itu, di kami sendiri ada story telling. Saya pengen membuat kopi itu inklusif, bukan yang ekslusif sehingga orang-orang juga enggak punya pretensi apa-apa untuk mencoba kopinya," jelas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X