Pemerintah Telah Salurkan Rp 12,5 Triliun Subsidi Upah ke 5,65 Juta Penerima

Kompas.com - 21/11/2020, 20:09 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat memimpin rapat Bipartit membahas mengenai rancangan peraturan pemerintah (RPP) untuk penerapan UU Cipta Kerja, di Jakarta, Selasa (20/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat memimpin rapat Bipartit membahas mengenai rancangan peraturan pemerintah (RPP) untuk penerapan UU Cipta Kerja, di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, pemerintah telah menyalurkan subsidi upah termin kedua sebesar Rp 12,5 triliun. Jumlah tersebut disalurkan kepada 5,65 juta penerima dengan masing-masing uang yang diterima adalah sebesar Rp 1,2 juta.

Total jumlah penerima subsidi upah per 20 November 2020 mencapai 53,9 persen dari keselruuhan penerima termin kedua yang sebanyak 10,48 juta orang.

"Data realisasi penyaluran termin kedua untuk batch 1-4 per 20 November sudah mencapai 5,65 juta penerima atau 53,9 persen dari keseluruhan penerima termin kedua saat ini sebanyak 10,48 juta orang," ujar Ida kepada Kompas.com, Sabtu (21/11/2020).

Baca juga: Cara Cek Nama Penerima BLT Guru Honorer

Ida merinci, untuk batch pertama, tahap penyaluran sudah mencapai 99,9 persen. Sementara untuk batch kedua sudah mencapai 65,47 persen.

Adapun untuk batch ketiga dan keempat yang baruu dicairkan pekan ini, masing-masing penyalurannya sudah mencapai 38,2 persen dan 20,19 persen.

"Kami terus memonitor progres penyaluran BSU (bantuan subsidi upah) termin kedua ini bersama dengan pihak bank penyalur," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI pada 2021 Bisa Capai 6 Persen Bila...

Ida pun meminta agar masyarakat yang belum menerima subsidi upah untuk bersabar lantaran mekanisme transfer antar bank dari bank himpunan bank milik negara (Himbara) sebagai mitra penyalur ke rekening non himbara membutuhkan waktu.

"Oleh sebab itu, saya mohon teman-teman bersabar. Selama pernah mendapatkan BSU termin pertama dan datanya clean and clear, pasti akan disalurkan lagi untuk yang bersangkutan," ujar Ida.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.