Indonesia-AS Targetkan Nilai Perdagangan Naik 2 Kali Lipat

Kompas.com - 22/11/2020, 18:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) membahas kemungkinan penyusunan rencana aksi bersama untuk mewujudkan peningkatan perdagangan antara kedua negara. Targetnya perdagangan Indonesia-AS bisa naik dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Pembahasan itu dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda dan Undersecretary US Department of Commerce ( USDOC) Joe Semsar pada pertemuan yang berlangsung di KBRI Washington DC, AS, Selasa (17/11/2020) waktu setempat.

Pada 2019, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 27,11 miliar dollar AS. Jumlah ini pun ditargetkan menjadi 60 miliar dollar AS dalam lima tahun.

“Kedua pihak akan mengidentifikasi langkah konkret dan quick win untuk dikembangkan bersama," ujar Arlinda dalam keterangan tertulis, Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Neraca Dagang Oktober Kembali Surplus, Mendag: Indikasi Pemulihan Ekonomi

Ia menjelaskan, gagasan peningkatan volume kerja sama dagang dengan AS sebelumnya pernah diangkat pada 2019, namun belum ditindaklanjuti karena kedua pihak fokus pada penyelesaian isu Generalized Systems of Preference (GSP) atau fasilitas bea masuk yang diberikan AS terhadap produk impor asal Indonesia.

Pada 30 Oktober 2020 pemerintah AS pun telah memutuskan untuk memperpanjang fasilitas GSP bagi Indonesia. Sehingga keputusan itu ditindaklanjuti untuk bisa semakin mendorong volume kerjasama dagang antar kedua negara.

Pertemuan antar kedua negara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Delegasi RI ke AS pada 16–17 November 2020 yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejumlah agenda dalam pertemuan tersebut, termasuk pembahasan tindak lanjut keputusan GSP dan eksplorasi langkah peningkatan perdagangan dua arah.

"USDOC terbuka untuk berbagi best practices bidang perdagangan di AS, antara lain dalam hal promosi ekspor dan berbagi informasi mengenai perdagangan digital," jelas Arlinda.

Ekspor perdagangan ke AS tetap terjaga tetap terjaga di tengah masa pandemi. Ini ditunjukkan oleh surplus perdagangan bagi Indonesia sepanjang Januari-September 2020 sebesar 7,24 miliar dollar AS, atau naik 16,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam lima tahun terakhir atau sepanjang 2015-2019, neraca perdagangan Indonesia selalu surplus terhadap AS dengan tren 4,68 persen per tahun.

Pada 2019, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus 8,58 miliar dollar AS atau meningkat 3,86 persen dari neraca tahun 2018 dengan 8,26 miliar dollar AS.

Pada tahun lalu, ekspor utama Indonesia ke AS antara lain udang beku, karet alam, alas kaki, ban, produk tekstil, dan ban. Sedangkan impor utama Indonesia dari AS antara lain kedelai, kapas, serta gandum.

Baca juga: RI-AS Sepakati Pendanaan Infrastruktur dan Perdagangan 750 Juta Dollar AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wahyoo dan Livin’ by Mandiri Gelar Kompetisi Kuliner untuk UMKM

Wahyoo dan Livin’ by Mandiri Gelar Kompetisi Kuliner untuk UMKM

Rilis
Daftar Harga Listrik Per kWh 2022 untuk Golongan Tarif Non-subsidi

Daftar Harga Listrik Per kWh 2022 untuk Golongan Tarif Non-subsidi

Spend Smart
Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Whats New
Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Whats New
Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Whats New
Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Whats New
Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Whats New
Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Spend Smart
Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Whats New
Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Rilis
Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Whats New
Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Whats New
Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.