Kompas.com - 23/11/2020, 09:08 WIB
Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu KOMPAS.com/ ERICSSEN Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu

SINGAPURA, KOMPAS.com - Ekonomi Singapura pada kuartal III tahun 2020 mengalami kontraksi 5,8 persen year on year alias dibandingkan dengan tahun lalu.

Meski masih minus, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) menyebutkan, angka itu lebih baik dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yakni minus 7 persen.

Seperti dikutip dari CNBC, Senin (23/11/2020), dibandingkan kuartal sebelumnya, ekonomi Singapura dari Juli hingga September 2020 tumbuh 9,2 persen. Pada kuartal II, PDB Singapura mengalami minus 13,2 persen.

Dengan data ekonomi baru ini, MTI memproyeksikan ekonomi Singapura tahun ini akan menyusut antara 6 persen hingga 6,5 persen. Angka tersebut lebih kecil dari kisaran perkiraan resmi sebelumnya yaitu kontraksi 5 persen hingga 7 persen.

Baca juga: Kuartal III-2020, Ekonomi Singapura Diperkirakan Minus 7 Persen

Ekonom Bank DBS menyebutkan, dengan terkendalinya pandemi Covid-19, ekonomi Singapura kini mulai membaik.

Seperti negara lainnya, Singapura sangat terpukul oleh kebijakan lockdown yang menekan aktivitas ekonomi hampir sepanjang kuartal kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah Juni 2020, Singapura mulai mencabut kebijakan tersebut dan melanjutkan aktivitas perekonomian, guna mempercepat pemulihan ekonomi.

"Keputusasaan dan kekecewaan yang telah mendominasi selama beberapa bulan di tahun ini dan secara bertahap memberi jalan harapan dan optimisme pemulihan saat menuju ke 2021," sebut ekonom Bank DBS dalam laporan proyeksi ekonominya.

Ekonom DBS memperkirakan ekonomi Singapura akan berkontraksi sebesar 6 persen tahun ini, dan akan pulih dengan pertumbuhan 5,5 persen di tahun 2021.

Baca juga: RI-Singapura Lanjutkan Kerja Sama Keuangan Senilai 10 Miliar Dollar AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.