Peserta Kartu Prakerja Harus Selesaikan Pelatihan Pertama Sebelum 15 Desember

Kompas.com - 23/11/2020, 15:26 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj. Moch AsimPetugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mencatatkan, hingga saat ini terdapat 5,9 juta peserta program Kartu Prakerja.

Namun demikian, dari jumlah tersebut baru 5,1 juta orang yang menyelesaikan pelatihan pertama.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang diwakili oleh Sesmenko Susiwijono pun meminta agar para peserta segera menyelesaikan pelatihan pertamanya.

Baca juga: Deretan 7 Mal Terbesar di Indonesia, Siapa Juaranya?

Sebab, insentif pasca pelatihan sebesar Rp 2,4 juta bakal tidak dicairkan jika peserta yang bersangkutan belum menyelesaikan pelatihan hingga 15 Desember 2020 mendatang.

"Kami mengimbau penerima agar menggunakan saldo pelatihan semaksimal mungkin. Selain itu mendorong penerima yang belum menyelesaikan pelatihan pertama agar segera menyelesaikan pelatihan, karena kalau belum selesai sebelum 15 Desember insentif sebesar Rp 2,4 juta tidak dapat diterima," ujar Susi ketika mewakili Airlangga dalam acara Survei BPS Bicara tentang Kartu Prakerja yang dilakukan secara virtual, Senin (23/11/2020).

Dia pun menjelaskan dari 5,9 juta penerima Kartu Prakerja, sebanyak 87 persen memiliki latar belakang pendidikan SMA ke atas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, sebanyak 77 persen peserta Kartu Prakerja berusia 18 sampai 35 tahun, dan sebanyak 81 persen peserta mengaku belum pernah mengikuti pelatihan atau kursus sebelumnya.

Baca juga: 6 Resep Mempertahankan Bisnis di Masa Pandemi

"Dan sebanyak 88 persen menyatakan tidak bekerja menurut persepsi mereka," ujar Susi.

Susi menjelaskan, sejak pendaftaran dibuka pada awal April lalu, bulan terakhir pembukaan pendaftaran gelombang 11, jumlah pendaftar program sudah mencapai 43 juta orang.

Menurut dia, hampir 100 persen pendaftar melakukan pedaftaran secara mandiri di situs prakerja.go.id.

"Jumlah tinggi ini menunjukkan antusiasme masyarakat tinggi dan Kartu Prakerja mudah diakses masyarakat dan sistem manajemen pelaksana telah disiapkan dengan baik," ujar dia.

Baca juga: Kartu Prakerja Dinilai Tak Mampu Redam Laju Pengangguran di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.