Mungkinkah Mencipta "Bali Baru"?

Kompas.com - 24/11/2020, 06:07 WIB
Taman Nasional Komodo (TNK) yang menjadi lokasi 5 destinasi wisata Bali Baru, Labuan Bajo, NTT, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARITaman Nasional Komodo (TNK) yang menjadi lokasi 5 destinasi wisata Bali Baru, Labuan Bajo, NTT, Rabu (11/12/2019).

Oleh: Frangky Selamat

SEBELUM pandemi melanda Indonesia, jumlah wisatawan mancanegara ( wisman) yang berkunjung ke berbagai destinasi di tanah air sedang dalam tren meningkat.

Data Badan Pusat Statistik memperlihatkan bahwa pada 2018 terdapat 15,81 juta wisman yang datang. Adapun pada 2019 terdapat 16,11 juta wisman yang berkunjung ke Indonesia.

Sementara mengacu pada data dari Kemenparekraf kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) adalah 4,5 persen pada 2018 dan 4,8 persen pada 2019. Tren yang meningkat ini mestinya berlanjut pada 2020.

Namun, siapa nyana apa yang terjadi, kita semua telah mengetahui. Virus COvid-19 telah memporakporandakan mimpi indah dunia pariwisata kita.

Walau target 20 juta wisman pada 2019 tidak tercapai, bahkan meleset cukup jauh, namun sejumlah sasaran telah ditetapkan seperti pengembangan sepuluh destinasi prioritas berskala internasional dan memenuhi prinsip pembangunan berkelanjutan. Sepuluh destinasi prioritas itu disebut-sebut sebagai " Bali Baru".

Belakangan dari sepuluh destinasi prioritas tersaring lagi menjadi lima destinasi "super prioritas" yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.

Situasi pandemi tidak menggoyahkan program ini untuk terus berjalan. Kementerian Keuangan telah menegaskan bahwa anggaran untuk pengembangan destinasi tersebut tidak dipotong.

Pertimbangannya adalah sektor pariwisata akan cepat pulih sehingga tidak boleh terganggu. Harapannya tentu sasaran tahun 2024, yang ditetapkan sebelum pandemi ini, yang ingin mendatangkan 30 juta wisman dapat tercapai.

Baca juga: Menhub Ajak Maskapai Bantu Pemerintah Kembangkan 5 Bali Baru

Lima destinasi super prioritas menjadi andalannya sebagai " Bali Baru". Apakah itu bisa menjadi kenyataan?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X