KILAS

Pemerintah Bertekad Dampingi 2 Juta Petani, Kadin Beberkan Skemanya

Kompas.com - 24/11/2020, 11:29 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky Oesman Widjaja dalam forum dua tahunan Jakarta Food Security Summit ke-5. DOK. Humas Sinar MasWakil Ketua Umum Kadin Bidang Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky Oesman Widjaja dalam forum dua tahunan Jakarta Food Security Summit ke-5.


KOMPAS.com
– Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky Oesman Widjaja mengatakan, pemerintah bertekad mendampingi 2 juta petani pada 2023.

“Dukungan pemerintah untuk menyepakati model bisnis yang paling sesuai bagi produk pangan unggulan kita sangatlah penting, agar skala keekonomisan pengembangannya dapat tercapai,” ujarnya seperti keterangan tertulisnya, Selasa (24/11/2020).

Dia mengatakan itu dalam forum dua tahunan Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-5 yang dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu-Kamis, 18-19 November 2020.

Franky mengatakan, ini mengingat sektor pangan dari hulu ke hilir menjadi gantungan hidup bagi lebih dari 55 juta pekerja dari keseluruhan 128 juta pekerja yang ada di seluruh Indonesia.

Dia juga menyebut, melalui pengelolaan yang tepat sekaligus berkelanjutan, sektor pertanian berpotensi memberikan kontribusi sebesar 1 triliun dollar AS.

Baca juga: Sinar Mas Harap Korporasi Bantu UMKM untuk Naik Kelas

Bahkan, saat pandemi berlangsung sektor pertanian tetap tumbuh sekitar 2,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Tantangan terkini yang hadir adalah kekuatan rantai pasok dan pemasaran.

Itu sebabnya, pendampingan akan menggunakan skema Inclusive Close Loop yang memberikan berbagai kesempatan bagi para petani.

Dia menjelaskan, skema ini dimulai dari akses atas bibit unggul dan pupuk, pelatihan praktik pertanian yang baik sekaligus ramah lingkungan (good agriculture practice), akses pendanaan, pendidikan, dan literasi keuangan.

Tak hanya itu, skema ini memberi petani pada akses penggunaan teknologi tepat guna dan jaminan penyerapan hasil produksi oleh perusahaan pendamping (off-taker) yang berlangsung di bawah naungan koperasi.

Dari sini, Franky berharap ekosistem sektor pangan yang saling terhubung oleh rantai pasok terintegrasi, di mana para pihak saling bermitra (public private partnership) dapat semakin kokoh terbangun.

Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Sinar Mas Board Member: Ini Menguji Keberlangsungan Usaha

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X