BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kartu Prakerja

Dodol Beko, dari "Trial and Error" hingga Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Kompas.com - 24/11/2020, 12:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Siapa yang tidak kenal dengan camilan manis berbahan dasar santan, gula merah dan ketan yang umum disebut dengan dodol. Di Indonesia, beragam jenis dodol hadir sebagai warisan kuliner yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk santap sendiri maupun untuk oleh-oleh.

Banyaknya varian dodol tentunya mencerminkan ciri khas dari mana dodol tersebut berasal. Misalkan saja, Dodol Garut yang berasal dari Garut Jawa Barat, dodol apel Malang yang berasal dari Malang Jawa Timur, dan dodol Betawi yang kebanyakan diproduksi di Jakarta dan sekitarnya termasuk Depok, Jawa Barat.

Ada juga dodol yang mencerminkan cita rasa dari buah-buahan yang tercampur dalam adonan dodol, seperti dodol durian, dodol sirsak, dodol nangka dan banyak lagi.

Baca juga: Kisah Ibu Rumah Tangga Jualan Alpukat, Raih Omzet hingga Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com berkesempatan mewawancarai seorang pengusaha muda yang merintis usaha dodol Betawi sejak tahun 2016, bernama Malvin Pangestu.

Pria berusia 26 tahun tersebut mengatakan, awal menjalani usaha dodol bukanlah hal yang mudah. Suka dan duka, dari trial and error mengolah dodol kerap ia alami. Namun dengan tekat yang bulat ia tidak pantang menyerah dan terus belajar membuat dodol dengan mengutamakan kualitas dan branding yang lebih kekinian.

“Suka dukanya, dulu trial and error di awal banyak banget, ngaduk dodolnya sendiri dan gagal produksinya juga banyak banget. Tapi ketika sudah jalan, saya banyak diapresiasi dan banyak yang suka terutama untuk oleh-oleh karena kemasan yang elegan,” kata Malvin kepada Kompas.com, Senin (23/11/2020).

Bermodalkan Rp 20 juta, Malvin belajar membuat adonan dodol dengan rasa yang autentik atau berbeda dengan kebanyakan dodol betawi yang ada.  Malvin menawarkan kemasan yang menarik dengan merek dagang Dodol Beko.

“Yang membedakan dengan dodol betawi lainnya, pertama packaging-nya premium, kedua dodolnya juga premium, rasanya gurih, kelapanya berasa, dan enggak terlalu manis, sedangkan dodol lain rasanya biasa saja, hanya manis gula jawa,” ujar dia berpromosi.

Kondisi pandemi Covid-19 diakui Malvin berdampak ke bisnisnya. Dodol Beko yang sebelumnya mampu meraih omzer Rp 25 juta per bulan, kini hanya mampu memperoleh omzet Rp 10 juta. Bahkan, di awal pandemi di bulan Maret, omzet Dodol Beko sempat terjun bebas 90 persen.

“Sebelum pandemi (omzet) Rp 25 jutaan, setelah pandemi Rp 10 jutaan. Karena kebanyakan beli untuk oleh-oleh dan selama ada pembatasan keluar masuk Jakarta, (jumlah pelanggan) turun dan omzet langsung terdampak, 2 toko (offline) tutup, jadi hanya online saja,” ujar dia.

Baca juga: Revolt Industry, Kisah 5 Sekawan Bisnis Kulit Sapi Beromzet Rp 700 Juta

Namun demikian, kondisi pandemi tidak membuat Malvin patah arang. Ia terus melanjutkan usahanya dengan tetap mempertahankan kualitas dan kuantitasnya. Dengan keunikan dan cita rasa yang lebih premium, ia yakin usahanya akan tetap bertahan dalam kondisi yang tidak pasti ini.

Packaging dan design harus dibuat modern dan menarik, dan harus punya keunikan dari segi produknya. Dodol kami tingkat manisnya pas, dan ada varian almond. Saya juga mencari pendapatan lain, sambil kursus digital marketing untuk bisa menaikkan omzet online,” jelas dia.

Malvin mengaku, bersiasat dengan sistem pekerja panggilan untuk produksi. Sehinggadia tidak terbebani dengan pengeluaran operasional yang besar seperti gaji karyawan.

Padahal sebelum pandemi Covid-19, Malvin mempekerjakan karyawan panggilan 2-4 orang untuk menghandle produksi sesuai dengan kebutuhan. Kini dia hanya mempekerjakan 1 orang karyawan panggilan saja, selebihnya dikerjakan sendiri.

Bagi pengemar camilan dodol, produk Dodol Beko bisa Anda dapatkan secara online, melalui e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, pembeli juga bisa melakukan order via Instagram @dodolbeko. Malvin membanderol dodol beko dengan kisaran harga Rp 30.000 sampai dengan Rp 200.000.

Baca juga: Pelaku UKM Ini Bisa Raih Omzet 5 Kali Lipat Saat Pandemi


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.