BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Berkat Kepercayaan Pelanggan, Sido Muncul Sabet Penghargaan Best Under A Billion dari Forbes

Kompas.com - 24/11/2020, 15:58 WIB
Acara penganugerahaan Best Under A Billion dari Forbes Asia dok. Sido MunculAcara penganugerahaan Best Under A Billion dari Forbes Asia

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menerima penghargaan internasional 200 Best Under A Billion dari Forbes Asia secara virtual, Senin (23/11/2020).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Christopher Forbes selaku Vice Chairman of the Forbes Publishing Company bersama 199 penerima penghargaan lainnya.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, pihaknya merasa senang dengan penghargaan ini.

“Karena ini lingkupnya seluruh Asia, kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Penghargaan ini semakin memacu kami untuk terus memberikan yang terbaik,” ujar Irwan lewat wawancara virtual via Zoom usai menerima penghargaan, Senin.

Sesuai dengan namanya, penghargaan 200 Best Under A Billion diberikan kepada perusahaan yang meraih pendapatan di bawah satu miliar dollar Amerika Serikat (AS) dalam setahun.

Untuk bisa terpilih dalam Forbes Asia 200 Best Under A Billion, perusahaan harus memiliki keuangan yang stabil, tidak memiliki utang, dan memiliki grafik pendapatan yang meningkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sido Muncul berhak mendapat penghargaan ini karena melakukan penjualan di angka 217 juta dollar AS selama 2020.

Irwan menambahkan, selama setahun belakangan, pencapaian perusahaan jamu terbesar di Indonesia itu bukan tanpa halangan.

“Pandemi Covid-19 memberikan tantangan untuk kami. Daya beli jadi menurun, jalur distribusi juga terganggu karena kegiatan ekspor. Kami juga harus memastikan seluruh karyawan Sido Muncul tetap aman dari penularan virus corona,” jelas Irwan.

Meski begitu, Irwan mengaku harus tetap memberikan yang terbaik dan mengikuti aturan yang ada.

Christopher Forbes dan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat bertatap muka secara virtual (dok. Sido Muncul) Dok. Sido Muncul Christopher Forbes dan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat bertatap muka secara virtual (dok. Sido Muncul)

Berkat kepercayaan dan keberuntungan

Keberhasilan Sido Muncul masuk dalam Forbes Asia 200 Best Under A Billion tak lepas dari usaha keras dan komitmen dalam mengembangkannya.

Selain kerja keras, kata Irwan, ada hal lainnya yang tak kalah penting, yaitu membangun kepercayaan.

Penghargaan dari Forbes Asia juga menjadi bukti bahwa produsen jamu lokal ini mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

“Ya, membangun kepercayaan dengan semua pihak. Jika semua tidak percaya, kan tidak ada yang mau beli. Kepercayaan itu penting,” jelas Irwan.

Kepercayaan memang menjadi prinsip dari Sido Muncul. Karena hal ini, masyarakat Indonesia tetap menggunakan produk jamu herbal dari perusahaan yang dibangun pada sejak 1935 ini.

Sebagai contoh, meskipun sektor ekonomi mengalami guncangan karena pandemi virus corona, kepercayaan masyarakat terhadap produk Sido Muncul tetap tinggi.

“Pada kuartal III 2020 ini, penjualan kami mengalami peningkatan hingga mencapai angka 11 persen,” jelas Irwan.

Irwan menambahkan, keberhasilannya membangun Sido Muncul juga tak terlepas dari faktor keberuntungan.

“Tanpa hal itu, mungkin pencapaian saya hanya bisa sepersepuluhnya. Itu pun sudah cukup, tapi memang menurut pengalaman saya, keberuntungan nomor satu dan kemampuan nomor dua,” ujar Irwan.

Forbes Asia Best Under A Billion Awards Dok. Sido Muncul Forbes Asia Best Under A Billion Awards

Rencana ke depan

Penghargaan dari Forbes Asia semakin melecut Sido Muncul untuk terus melakukan yang terbaik. Perusahaan yang berdiri 69 tahun silam tersebut berencana membangun museum jamu dan pusat penelitian.

Tujuan membangun museum jamu, kata Irwan, agar generasi muda saat ini lebih mengenal apa itu jamu dan manfaatnya. Terlebih, jamu merupakan tradisi asli Indonesia yang perlu dilestarikan.

Adapun pusat penelitian yang akan dibangun Sido Muncul memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai lahan konservasi untuk hewan yang terancam punah serta sebagai tempat penelitian terhadap tanaman obat dan buah.

Dalam pengembangannya, Sido Muncul akan menggandeng berbagai pihak.

Untuk itu, pihak Sido Muncul akan membuka akses ke banyak universitas dan meminta mereka untuk berpartisipasi terhadap penelitian yang akan dibuat.

“Saya mengharapkan adanya partisipasi beberapa pihak seperti ahli tanaman dan ahli farmasi. Indonesia ini banyak sekali orang hebat,” kata Irwan.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.