Bos OJK Kurang Puas dengan Penurunan Bunga Kredit Bank

Kompas.com - 24/11/2020, 16:32 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menilai transmisi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI 7 Days Reverse Repo Rate/BI7DRRR) terhadap suku bunga kredit perbankan masih lambat.

Wimboh mengatakan, suku bunga kredit sudah mengalami penurunan di level single digit. Namun demikian, belum sampai pada level yang diharapkan.

"Kami memang melihat sudah ada penurunan bunga in average, sudah single digit. Cuma saya juga merasa kurang cepat, begitu saja. Bagaimana kami mempercepat tidak ada masalah," ujar dia dalam diskusi virtual, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: OJK Bakal Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2022

Untuk diketahui, suku bunga kredit telah mengalami penurunan dari 10,35 persen pada bulan September menjadi di kisaran 9,8 persen di bulan Oktober.

Sementara BI sudah menurunkan suku bunga BI-7DRR sebanyak 125 basis poin (bps) sepanjang 2020. Bahkan sejak Juli 2019, bank sentral sudah menurunkan suku bunga acuan 225 basis poin.

Wimboh pun meyakini suku bunga kredit akan turun secara bertahap.

"Ini tinggal masalah waktu dan kami monitor individual bank bagaimana mentransmisikan penurunan suku bunga dari policy dan penempatan dana pemerintah kepada kredit," jelas dia.

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sempat minta agar perbankan bisa menurunkan suku bunga kredit untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Baca juga: Akhiri Tahun 2020, BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga Jadi 3,5 Persen

Perry menuturkan, sudah saatnya bank melihat bahwa kondisi pemulihan ekonomi terus berlanjut. Industri dan korporasi, utamanya korporasi besar berorientasi ekspor, mulai membaik. Menurut dia, sudah saatnya bank membangun rasa optimistis untuk menyalurkan kredit.

"Ini penyaluran kredit terus didorong. Sudah saatnya membangun optimisme, meningkatkan ekonomi. Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan LPS begitu banyak melakukan kebijakan untuk terus menempuh langkah lanjutan," ucap Perry.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X