Erick Thohir Minta Masyarakat Mampu Bayar Vaksin Covid-19 Sendiri

Kompas.com - 24/11/2020, 17:00 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).
DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta masyarakat golongan mampu membayar vaksin Covid-19 sendiri.

Masyarakat golongan mampu bisa mengikuti program vaksin mandiri. Hal itu dinilai perlu dilakukan untuk meringankan pemerintah dalam vaksinasi Covid-19.

“Masyarakat yang memiliki kemampuan lebih sudah seyogyanya bisa bantu pemerintah juga dengan bayar vaksin (Covid-19) sendiri,” ujar Erick dalam webinar, Selasa (24/11/2020).

Mantan bos Inter Milan itu menambahkan, nantinya pemerintah akan menanggung biaya vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat tak mampu.

Data masyarakat tak mampu itu diambil dari peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.

Baca juga: Menkop UKM: Banyak Penerima Program Bansos yang Naik Kelas Jadi Usaha Mikro

“Pemerintah keluarkan dua tipe vaksinasi, pertama, vaksinasi bantuan pemerintah, salah satunya untuk tenaga kesehatan dan semua masyarakat Yang memang sangat mebutuhkan sesuai data BPJS keseahatan PBI yang telah dibayarkan selama ini,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erick menjelaskan, untuk target awal pemberian vaksin Covid-19 akan ditujukan untuk masyarakat yang berusia 18 sampai 59 tahun.

“Saya sekadar informasikan, memang untuk target awal usia 18-59 coba di vaksinasikan. Ini target awal, bukan berarti menyeluruh di target awal 67 persen yang akan coba jadi target utama,” ungkapnya.

Baca juga: Bos OJK Kurang Puas dengan Penurunan Bunga Kredit Bank

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.