Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Kompas.com - 24/11/2020, 18:31 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai Undang-Undang Cipta Kerja bisa mendongkrak kinerja perekonomian Indonesia.

Menurut dia, UU Cipta Kerja diciptakan untuk memberikan stimulisasi perekonomian RI di masa pandemi Covid-19 maupun di masa mendatang.

“UU Cipta Kerja lahir untuk mendobrak stagnasi, PDB (Produk Domestik Bruto) RI,” ujar Erick dalam webinar, Selasa (24/11/2020).

Mantan bos Inter Milan ini menambahkan, UU Cipta Kerja akan membantu meningkatkan investasi di Tanah Air. Nantinya, pemerintah akan membentuk lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF).

Baca juga: Pemerintah Kebut Penyelesaian 44 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Lembaga tersebut akan dikelola secara teansparan dan akuntabel.

“SWF ini manajemennya akan disupervisi dari kalangan internasional dan perwakilan dari negara mereka (investor),” kata Erick.

Lembaga pengelola investasi tersebut dibuat untuk percepatan pembangunan proyek strategis nasional (PSN).

“Pemerintah melalui lembaga investasi untuk percepatan pembanguan berbagai PSN, seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, health care, pariwisata dan telnologi. Dengan manajemen yang transparan dan akuntabel, pengelolaan aset bisa berikan hasil optimum bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X