Kompas.com - 25/11/2020, 07:45 WIB
Selain kinerja positif, reksa dana pasar uang juga tergolong instrumen investasi dengan tingkat risiko rendah. Instrumen ini pun dinilai lebih aman dibandingkan investasi saham. Dok. ShutterstockSelain kinerja positif, reksa dana pasar uang juga tergolong instrumen investasi dengan tingkat risiko rendah. Instrumen ini pun dinilai lebih aman dibandingkan investasi saham.
Penulis Mutia Fauzia
|

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga saham Tesla (TSLA) terus merangkak naik. Dilansir dari CNN, Rabu (25/11/2020) harga saham perusahaan produsen mobil listrik tersebut meningkat lebih dari 4 persen pada perdagangan Selasa (23/11/2020) waktu Amerika Serikat.

Dengan demikian, valuasi pasar Tesla pun menembus rekor 500 miliar dollar AS untuk pertama kalinya. Pada perdagangan siang hari, valuasi pasar Telsa menembus 520 miliar dollar AS.

Valuasi perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk tersebut lebih besar dibandingkan dengan nilai kapitalisasi pasar perusahaan otomotif lain. Valuasi Tesla lebih tinggi dibandingkan kombinasi valuasi pasar dari perusahaan otomotif dunia seperti Toyota, Volkswagen, GM, Ford, Fiat Chrysler dan partner mergernya PSA Group.

Harga saham Tesla sendiri sejak awal tahun 2020 telah meroket hingga 550 persen. Pada awal Januari lalu, harga saham perusahaan masih diperdagangkan di kisaran 86 dollar AS per saham, kini harga saham Tesla berada pada level 549 dollar AS per lembar saham.

Baca juga: SKK Migas: Blok Rokan Tetap Jadi Tulang Punggung Produksi Migas Nasional

Peningkatan harga saham Tesla tersebut juga membuat nilai kekayaan CEO mereka, Elon Musk menebus angka 127,9 miliar dollar AS berdasarkan Bloomberg Billionaire Index.

Dengan demikian, Elon Musk kini setara dengan pendiri Microsoft Bill Gates, menempati posisi sebagai orang terkaya kedua di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Oktober lalu, Tesla melaporkan laba perusahaan terbesar, yakni sebesar 874 juta dollar AS. Jumlah tersebut meningkat 156 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba tersebut menunjukkan perusahaan telah mencetak untung dalam lima kuartal berturut-turut.

Tesla pun masih berharap dapat mencapai target penjualan sebanyak 500.000 mobil tahun ini.

Pertumbuhan laba perusahaan tersebut terjadi di tengah disrupsi yang dialami baik oleh Tesla dan perusahaan otomotif secara umum, yakni pandemi virus corona (Covid-19).

Tesla awal tahun ini pun harus menutup sementara pabrik mereka di Fremont, California untuk mematuhi protokol penanganan pandemi. Namun demikian, pada Oktober lalu perusahaan menyatakan pabrik tersebut telah ditingkatkan kapasitasnya dan mampu memproduksi 500.000 Tesla model Y dan model 3 dalam setahun. Selain itu juga memproduksi mobil lain yang lebih mahal, yakni sebanyak 90.000 untuk model S dan model X.

Baca juga: Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Transfer Saldo DANA ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Cara Transfer Saldo DANA ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Whats New
Menhub: Penerapan Ganjil-Genap Cegah Kepadatan di Kawasan Wisata

Menhub: Penerapan Ganjil-Genap Cegah Kepadatan di Kawasan Wisata

Whats New
Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong pada Agustus 2021

Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong pada Agustus 2021

Whats New
Cara Transfer OVO ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Cara Transfer OVO ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Spend Smart
PT KAI Buka Lowongan Berbagai Formasi untuk Lulusan SMA hingga S1

PT KAI Buka Lowongan Berbagai Formasi untuk Lulusan SMA hingga S1

Work Smart
Ini Bisnis yang Diprediksi Terus Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Ini Bisnis yang Diprediksi Terus Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Berbagai Kawasan Wisata

Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Berbagai Kawasan Wisata

Whats New
Lengkap, Biaya Transaksi dan Perhitungan Denda GoPay PayLater

Lengkap, Biaya Transaksi dan Perhitungan Denda GoPay PayLater

Spend Smart
Perusahaan-perusahaan Raksasa Dikabarkan Akan Tinggalkan Vietnam, Ini Alasannya

Perusahaan-perusahaan Raksasa Dikabarkan Akan Tinggalkan Vietnam, Ini Alasannya

Whats New
Pahami 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia Beserta Contohnya

Pahami 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia Beserta Contohnya

Whats New
Rincian Biaya Cicilan, Bunga, dan Denda Shopee PayLater

Rincian Biaya Cicilan, Bunga, dan Denda Shopee PayLater

Spend Smart
Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Diyakini Dongkrak Penjualan 35.553 Unit Kendaraan

Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Diyakini Dongkrak Penjualan 35.553 Unit Kendaraan

Whats New
Tutorial Lengkap Cara Daftar, Login, Transfer di KlikBCA Individual

Tutorial Lengkap Cara Daftar, Login, Transfer di KlikBCA Individual

Spend Smart
Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Dunia, Indonesia Siap Menjadi Ketua AWG G20 2022

Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Dunia, Indonesia Siap Menjadi Ketua AWG G20 2022

Rilis
Dana FLPP Beralih ke BP Tapera, Bagaimana Nasib Pembeli Rumah Subsidi?

Dana FLPP Beralih ke BP Tapera, Bagaimana Nasib Pembeli Rumah Subsidi?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.