Jalan Tol Trans-Sumatera Lintasi Jalur Migrasi Gajah

Kompas.com - 25/11/2020, 16:25 WIB
Ruas tol yang dibangun sepanjang 13,5 kilometer ini menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Dok.Hutama KaryaRuas tol yang dibangun sepanjang 13,5 kilometer ini menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) rupanya melintasi jalur migrasi kawanan gajah. Lokasi tersebut terdapat di ruas Tol Pekanbaru-Dumai.

Kepala Bagian Umum Sektetariat BPJT Mahabullah Nurdin mengatakan, pihaknya bersama PT Hutama Karya (Persero) telah sepakat membangun terowongan di kawasan tersebut.

Tujuannya, agar tak mengganggu kawanan gajah ketika mereka berpindah tempat ke kawasan lainnya.

“Di situ (tol) melewati konservasi hewan. Makanya di situ kita ada inovasi pembangunan jalan tol. Kita membuat jalur yang kita sebut terowongan gajah,” ujar Nurdin di Kompas Talk, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Anggap Tak Adil, Pengusaha Truk Protes Rencana Kenaikan Tol Cikampek

Nurdin menambahkan, terowongan gajah tersebut belum pernah ada di jalan tol lainnya. Pihaknya bersama kontraktor berkomitmen untuk tak merusak kawasan konservasi yang dilintasi Tol Trans Sumatera.

“Kita tidak boleh menghalangi atau memutus jalur tersebut. Akhirnya kita bersama Hutama Karya sepakat membuat jalur gajah. Jadi inovasi-inovasi ini, hambatan-hambatan yang ada di Tol Trans Sumatera ini,” kata dia.

Pemerintah menugaskan Hutama Karya untuk membangun JTTS dengan total panjang keseluruhan 2.765 kilometer melalui Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 yang kemudian diperbarui dengan Perpres Nomor 117 Tahun 2015.

Jalan tol ini akan menghubungkan Lampung dan Aceh dengan jumlah 24 ruas dan akan beroperasi penuh pada 2024.

Sampai Oktober 2020, terdapat sembilan ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang telah  beroperasi tahun ini.

Kesembilan ruas tersebut adalah Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 kilometer, Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) 189 kilometer, Ruas Tol Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 33 kilometer.

Baca juga: Tol Semarang-Demak Seksi II Ditargetkan Rampung Pada Maret 2022

Kemudian Ruas Tol Palembang-Simpang Indralaya sepanjang 22 kilometer, Ruas Tol Medan-Binjai 13 kilometer, Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi 62 kilometer, Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa sepanjang 43 kilometer.

Lalu Ruas Tol Aceh-Sigli Seksi IV sepanjang 14 kilometer dan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer juga telah beroperasi.

Sementara, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ruas JTTS selanjutnya yang akan beroperasi adalah Tol Kayu Agung-Palembang-Betung segmen Jakabaring-Kramasan sepanjang 9 kilometer.

Jalan bebas hambatan ini rencananya beroperasi pada November 2020 mendatang. Progres konstruksi ruas tersebut telah mencapai 98 persen.

Segmen tersebut merupakan bagian dari Seksi I Kayu Agung-Palembang (Jakabaring) sepanjang 34 kilometer yang telah beroperasi sejak Apriil 2020.

Adapun konstruksi Seksi 2 Palembang-Betung dimulai pada Juli 2020. Dengan demikian, keseluruhan Ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung ditargetkan rampung pada Januari 2022.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X