Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Kompas.com - 25/11/2020, 19:05 WIB
Wamendag Jerry Sambuaga saat membuka ?Diskusi Publik: Optimalisasi Peran Pemuda Dalam Menghadapi Era Industri 4.0? di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (28/10/2020).
DOK. kemendag.go.id Wamendag Jerry Sambuaga saat membuka ?Diskusi Publik: Optimalisasi Peran Pemuda Dalam Menghadapi Era Industri 4.0? di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) menjadi perjanjian yang penting bagi negara-negara ASEAN, tak terkecuali Indonesia.

Lantaran kerja sama multilateral ini menekan pada keberlanjutan, karakteristik unik negara-negara anggota, dan volume perdagangan antar anggota. Sehingga diyakini akan berdampak besar pada ekonomi ASEAN.

"RCEP ke depan akan berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan, mengingat secara kebijakan politik perdagangan antar anggota sangatlah identik," ujar dia dalam 7th Annual Indonesia Economic Forum yang digelar secara virtual, Kamis (25/11/2020).

Baca juga: Pakta Perdagangan Terbesar, RCEP Bisa Tekan Impor RI?

Menurut dia, berbeda dengan kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat, kawasan Asia Tenggara lebih terbuka terhadap kerja sama perdagangan multilateral. Kerja sama pun lebih terbuka untuk diperluas ke negara anggota lain di luar kawasan.

Oleh sebab itu, dalam perjanjian RCEP mencakup 15 negara terdiri dari keterlibatan 10 negara ASEAN serta 5 negara mitra.

Kesepuluh negara itu  yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam. Serta lima mitranya yakni China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

RCEP pun menjadi perjanjian perdagangan terbesar di dunia di luar Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), denga mencakup 29,6 persen penduduk dunia, 30,2 persen ekonomi global, 27,4 persen perdagangan global, dan 29,8 persen arus investasi global.

"Bagi kawasan Asia Tenggara, RCEP adalah kerja sama terbesar kedua setelah WTO. Harapannya ini juga bisa menarik kerjasama perdagangan dengan negara di kawasan lain," ujarnya.

Perdagangan Indonesia dengan negara-negara peserta RCEP juga menunjukkan tren peningkatan yakni rata-rata 7 persen dalam lima tahun terakhir. Saat ini volume dagangnya sudah lebih dari 103 miliar dollar AS.

Oleh sebab itu, ia menilai, Indonesia perlu tetap menjaga dan meningkatkan perdagangan dengan negara-negara dalam RCEP. Perjanjian ini juga dinilai menjadi solusi atas berbagai tantangan perdagangan baik di regional maupun global.

Sehingga diharapkan bisa mendorong pemulihan ekonomi global melalui peningkatan volume dagang, di tengah tekanan akibat pandemi Covid-19.

"Kita harus sama-sama memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya," pungkas Jerry.

Baca juga: Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan ASEAN



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Whats New
Kemenhub Gratiskan Sertifikasi 178 Kapal Tradisional di Kepulauan Seribu

Kemenhub Gratiskan Sertifikasi 178 Kapal Tradisional di Kepulauan Seribu

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.