Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Kompas.com - 25/11/2020, 19:54 WIB
Ilustrasi kerja sama, keanekaragaman. DOK.KOMPAS/RAHARDI HANDININGIlustrasi kerja sama, keanekaragaman.

Dalam lanskap digital, yang lima tahun belakang sedang menggeliat, hilang potensi itu terlihat jelas. Contohnya, ada salah startup ride hailing yang founder-nya peduli pada driver sehingga ingin perusahaannya berbasis koperasi.

Harapannya agar para driver ikut memiliki perusahaan. Sampai kemudian oleh notaris disuguhkan aturan bahwa hak-kewajiban semua anggota adalah sama. Termasuk dalam voting tadi, satu orang-satu suara.

Padahal pengembangan bisnis, ide, aplikasi/teknologi dimulai dari founder. Belum termasuk investasi awal untuk operational expenditure. Semua dari kantong si founder.

Bila dikoperasikan, dengan hak-kewajiban yang sama, koperasi justru nampak tidak adil bagi para founder. Jadilah sekarang founder memilih mendirikan perusahaannya berbasis perseroan.

Jadilah para driver tak menjadi pemilik dari perusahaan itu. Di sini, kembali kita kehilangan potensi, yakni hilangnya peluang deviden dan benefit lainnya bagi para driver.

Ada juga hilang potensi dari sektor film. Beberapa tahun terakhir berkembang koperasi film di Indonesia. Ide dasarnya bagaimana penonton ambil bagian dalam produksi film. Mereka menjadi anggotanya bersama para pemain, serta kru film lainnya.

Perlu diingat rantai industri film sangat panjang. Bila dimulti-pihakkan sekurang-kurangnya bisa menampung: bagian produksi, pemain atau artis dan penonton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di luar negara lain koperasi multipihak bisa terdiri dari dua pihak, tiga bahkan ada yang sampai delapan pihak. Kuncinya dengan melihat rantai nilai suatu bisnis dan siapa saja yang terlibat dalam mencipta nilai di dalamnya.

Hal itu juga yang mempengaruhi berapa persen suara masing-masing pihak. Pihak yang menjadi backbone bisnis itu dapat diberi suara lebih besar daripada yang lain, dengan catatan tidak dominan.

Baca juga: Agenda Koperasi Pasca-Omnibus Law

Diskresi menteri

Mari kita tengok satu kasus lagi, yang terjadi pada 2016/2017. Tahun 2016 aplikasi moda transportasi mulai massif di Indonesia.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Work Smart
Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.