IHSG Dibayangi Aksi Profit Taking, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 26/11/2020, 08:36 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diproyeksikan akan bergerak melemah pada Kamis (26/11/2020). Sebelumnya IHSG ditutup negatif dengan penurunan 0,38 persen pada level 5.679,24.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan potensi pelemahan IHSG hari ini terjadi karena peluang pasar melakukan aksi profit taking, akibat kenaikan indeks selama beberapa pekan.

“IHSG mungkin bisa melemah ya, karena pelaku pasar berpotensi melakukan profit taking. Pasar AS, seperti indeks Dow Jones juga yang juga profit taking,” kata Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Hans juga mengatakan, kenaikan klaim pengangguran AS di atas ekspektasi analis juga mendorong pergerakan indeks melemah.

Klaim pengangguran mingguan AS mencatat kenaikan 778.000 pengangguran, atau lebih tinggi dari ekspektasi analis 733.000 pengangguran.

Sementara itu, kenaikan jumlah kasus Covid-19 juga menjadi sentimen negatif pasar. Ditambah lagi ketersediaan vaksin yang masih harus menunggu 2 bulan sampai dengan 3 bulan untuk penggunaan darurat.

“Jadi pasar akan terkoreksi setelah kenaikan cukup panjang. Akhir tahun saya rasa indeks bisa tembus level 6.000, karena kemajuan vaksin, dan transisi politik di AS yang lancar,” tambah dia.

Analis Binarta Securitas Nafan Aji mengatakan, berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan overbought atau jenuh beli.

“Aksi profit taking terjadi setelah adanya pemberitaan mengenai peningkatan jumlah penderita Covid-19 secara global, serta minimnya data makroekonomi domestik yang memberikan high positive impact terhadap pasar,” kata Nafan.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Vaksin Pfizer Beri Sentimen Positif Perekonomian Dunia

Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level support 5.666 sampai dengan 5.563 dan resistance di level 5.700 sampai dengan 5.770.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X