Bos Garuda: Mungkin Kami Satu-satunya Maskapai yang Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 26/11/2020, 12:09 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berdiri di dekat pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker di bagian depan pesawat, saat diparkir di lapangan udara di Tangerang, Banten, Senin (12/10/2020). Pemasangan masker di pesawat tersebut digelar untuk mendukung kampanye Gerakan Ayo Pakai Masker dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. AFP/ADEK BERRYDirektur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berdiri di dekat pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker di bagian depan pesawat, saat diparkir di lapangan udara di Tangerang, Banten, Senin (12/10/2020). Pemasangan masker di pesawat tersebut digelar untuk mendukung kampanye Gerakan Ayo Pakai Masker dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Garuda (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra, menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang konsisten dalam penerbangan, selama pandemi Covid-19 masih merebak.

Menurutnya, rasa aman yang dirasakan oleh penumpang dengan diterapkannya protokol kesehatan menjadi kunci untuk mendongkrak kembali tingkat okupansi yang sempat terpukul telak pada periode April hingga Mei lalu.

Oleh karenanya, meskipun penerapan protokol kesehatan yang meliputi penyemprotan disinfektan hingga penerapan jarak antar penumpang memunculkan biaya tambahan, Irfan menekankan, pihaknya akan terus melaksanakan hal-hal tersebut.

Baca juga: "Masker" Desain Anak Negeri Dipasang di Pesawat Garuda Indonesia

"Yang paling penting biaya yang dikeluarkan menciptakan persepsi yang positif," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (26/11/2020).

"Intinya konsistensi. Karena mungkin kita di Indonesia merupakan salah satu, atau satu-satunya, bersama Citilink, yang menerapkan distancing dan protokol ini secara konsisten," lanjutnya.

Beberapa waktu lalu, Garuda Indonesia bahkan dinobatkan sebagai salah satu maskapai penerbangan dunia dengan standar penerapan protokol kesehatan dan keamanan terbaik di masa pandemi.

Irfan mengakui, pada awalnya tidak mudah untuk menerapkan protokol kesehatan secara berkelanjutan dalam setiap penerbangan.

Baca juga: Garuda Indonesia Peroleh Pinjaman Rp 1 Triliun, Untuk Apa?

"Duduknya masih sebelah-sebelahan, dapet komplain. Tapi dari waktu ke waktu kita tegaskan distancing itu penting," katanya.

Dengan terus diterapkannya protokol kesehatan, Irfan meyakini penumpang akan semakin yakin untuk terbang bersama Garuda, kemudian dapat mempromosikannya ke masyarakat.

"Kami memastikan mereka yang masih terbang tetap sehat. Kemudian bisa bercerita naik Garuda aman," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X