Bos Garuda: Kita Pastikan Mereka yang Terbang Tetap Sehat...

Kompas.com - 26/11/2020, 14:34 WIB
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). dok. Instagram @garuda.indonesiaTangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra, menyebutkan, tingkat okupansi penumpang pesawat terus mengalami pertumbuhan yang menunjukan adanya tren pemulihan, setelah sempat terpukul telak oleh pandemi Covid-19.

Menurut dia, meskipun sampai saat ini pandemi Covid-19 masih merebak, transportasi udara adalah sebuah kebutuhan yang tidak terhindar bagi masyarakat untuk berpergian dalam jarak jauh.

"Tidak terbang menjadi challenges. Tapi hari ini kita melihat mulai terjadi pemulihan, walaupun masih di bawah yang kita harapkan. Tapi enggak apa-apa, kita sabar aja," tuturnya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Bos Garuda: Mungkin Kami Satu-satunya Maskapai yang Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan, saat ini sebagian besar penumpang Garuda adalah mereka yang memang harus berpergian seperti kegiatan dinas kerja. Ia menyadari, masyarakat yang ingin berpergian dengan tujuan untuk berwisata belum banyak menggunakan pesawat.

Namun demikian, pada libur panjang atau long weekend yang terjadi pada akhir Oktober lalu, tingkat okupansi penumpang sempat mengalami lonjakan signifikan.

Tercatat pada hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama yang jatuh pada 28-30 Oktober lalu, tingkat okupansi penumpang Garuda sempat mencapai 40.000 penumpang per hari, jauh lebih tinggi dari rerata hari biasanya yang hanya sebesar 2.000 - 3.000 penumpang.

"Melihat beberapa long weekend kemarin, banyak temen-temen yang mulai terbang," kata Irfan.

Irfan berharap, para penumpang yang telah terbang bersama Garuda dapat menceritakan pengalamannya, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap maskapai pelat merah itu terus tumbuh.

"Kita memastikan mereka yang masih terbang tetap sehat. Kemudian bisa bercerita naik Garuda aman," ujarnya.

Untuk menjaga kepercayaan penumpang, Irfan memastikan pihaknya akan tetap melaksanakan protokol kesehatan selama prosesi penerbangan berlangsung, meskipun hal tersebut memunculkan biaya tambahan.

"Yang paling penting bukan cost yang kita keluarkan, karena biaya yang kita keluarkan menciptakan persepsi yang positif," ucapnya.

Baca juga: Pilot Garuda Perlu Training Ulang Sebelum Terbangkan B 737 Max



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X