Erick Thohir Usul Candi Borobudur Tidak Jadi Destinasi Pariwisata Massal, Apa Alasannya?

Kompas.com - 27/11/2020, 13:47 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan kawasan Candi Borobudur tak dijadikan destinasi pariwisata massal. Dia tak ingin destinasi tersebut terlalu banyak didatangi oleh pengunjung.

Hal tersebut dikatakan Erick saat mengikuti rapat koordinasi nasional percepatan pembangunan lima destinasi pariwisata super prioritas, Jumat (27/11/2020).

Candi Borobudur tentu ini kita fokuskan untuk heritage parawisata. Tapi memang yang harus diperbaiki dari Candi Borobudur ini, karena memang tentu dengan kapasitas yang terlalu terbuka, akhirnya kerusakan daripada candinya jadi lebih masif,” ujar Erick.

Baca juga: Erick Thohir Sebut Hery Gunardi Dirut Bank Syariah Himbara

Mantan bos Inter Milan itu menambahkan, Candi Borobudur merupakan warisan dari sejarah. Jika kawasan tersebut rusak, maka tak bisa digantikan lagi.

“Waktu itu Pak Gubernur NTT pernah menjadi kontroversi ketika membawa isu Komodo Island. Tapi saya rasa itu keputusan yang tepat, karena kalau kita mau mass, saya rasa Borobudur jangan dijadikan mass, tapi yang agak middle,” kata dia.

Pendiri Mahaka Group itu pun mengusulkan, agar dibangun destinasi pariwisata pendukung di kawasan Candi Borobudur yang bisa dinikmati masyarakat luas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tapi yang mass-nya kita bangun juga di sekitar borobudur. Karena kita lihat ini sesuatu yang enggak replaceable, kalau sesuatu yang bisa replaceable its okay,” ungkapnya.

Erick menuturkan, dia ingin orang yang datang ke kawasan pariwisata di Indonesia merupakan turis yang berkualitas. Sehingga, hal tersebut bisa berdampak ke masyarakat sekitar.

“Kita juga harus berhitung, kita target ke depan sendiri dari Pak Menperkraf kita tidak ingin banyak turis, tapi turis yang berkualitas sehingga impactful-nya ada untuk masyarakat kita,” ucap dia.

Baca juga: Erick Thohir Mau Mandalika Dijadikan Education Hub

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.