Menhub: Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban Punya Pasar Berbeda

Kompas.com - 27/11/2020, 16:22 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek Pelabuhan Patimban, Minggu ( 9/8/2020). Dokumentasi KemenhubMenhub Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek Pelabuhan Patimban, Minggu ( 9/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah fokus membangun Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Salah satu tujuan dibangunnya pelabuhan tersebut ialah untuk mengurai kepenuhan yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Namun, sejumlah pihak mengkhawatirkan pelabuhan yang ditargetkan mulai beroperasi secara terbatas pada Desember mendatang itu akan mengambil konsumen dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Pasalnya, Pelabuhan Patimban tidak hanya difokuskan kepada pengembangan satu jenis terminal saja. Pelabuhan yang akan memakan investasi Rp 43,2 triliun itu akan memiliki terminal otomotif dan juga peti kemas.

Baca juga: Kemenperin Ajak Industri Manfaatkan Pelabuhan Patimban yang Ditargetkan Jadi Pusat Dagang Internasional

Namun, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menilai, keberadaan Pelabuhan Patimban bukan untuk menyaingi Pelabuhan Tanjung Priok, melainkan saling melengkapi.

"Kita kembangkan (Pelabuhan Patimban) untuk melengkapi keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (27/11/2020).

Lebih lanjut Budi menjekaslakan, pangsa pasar kedua pelabuhan akan dibagi.

Pelabuhan Tanjung Priok akan melayani ndustri di kawasan Bekasi bagian barat, Tangerang, dan Bogor. Lalu, Pelabuhan Patimban melayani kawasan industri sekitar Karawang, Cirebon, hingga Batang.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu berharap, dengan hadirnya Pelabuhan Patimban dapat mengatasi permasalahan penuhnya kapasitas di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Sehingga saling mengisi antara Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban," ucap Budi.

Sebelumnya Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menyoroti pembagian pangsa pasar antara Pelabuhan Patimban dengan Pelabuhan Tanjung Prioko.

Siswanto meyakini, Pelabuhan Patimban akan mengambil pasar yang selama ini telah dilayani oleh Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Konsorsium CT Corp Lolos Prakualifikasi Pengelola Patimban, Ada Unsur Politis?

Pasalnya, sebagian besar kawasan industri berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, yang lebih dekat dengan Pelabuhan Patimban.

“Pasarnya Patimban mana? Ya Tanjung Priok. Itu kan yang akan dilahap dia. Kalau Patimban punya pasar sendiri tidak masalah. Tapi ini pasarnya tumpang tindih,” tuturnya kepada Kompas.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X