Kelakar Luhut Ingin Santet Erick Thohir bila Dana PEN Kurang

Kompas.com - 27/11/2020, 18:00 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berkelakar dengan Menteri BUMN, Erick Thohir terkait dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

Kelakar Luhut tersebut berupa ancaman yang ditujukan kepada Erick Thohir. Luhut menginginkan agar dana PEN nantinya dialokasikan untuk pembenahan infrastruktur di kawasan pariwisata yang ada di Magelang, Jawa Tengah.

"Untuk infrastrukturnya, saya akan mengingatkan Pak Menteri BUMN mengenai PEN. Itu Rp 21 triliun pak untuk masuk 2021. Saya mohon, Pak Erick tuh yang punya duit," ujar dia dalam Rakornas pembahasan pariwisata secara virtual, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Ekonomi Syariah Berpotensi Jadi Sumber Pemulihan Ekonomi Nasional

"Nanti kita ancam saja Pak Erick jangan dikurang-kurangin itu uang PEN. Kalau enggak, kita santet," canda Luhut.

Luhut mengaku tertarik dengan wisata di Jawa Tengah. Kala itu sewaktu masih menjadi berdinas di militer, Luhut sempat menjalani kegiatan taruna di Pegunungan Menoreh, Jawa Tengah.

Dia mengusulkan agar pegunungan tersebut dijaga kelestarian alamnya dan terus dirawat. "Di belakang itu kan ada Gunung Menoreh, tempat saya latihan Taruna. Saran saya, karena itu punya history, itu kalau boleh dipelihara," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Luhut juga bercerita mengenai tempat penginapan di sana yang dinilai bisa mendatangkan banyak wisatawan karena pemandangan alamnya yang langsung ke arah Candi Borobudur.

"Seperti itu perlu dilihat agar orang tidak datang sekali. Saya sudah tiga kali nginap di situ, karena bagus. Melihat Candi Borobudur, melihat sunrise dan seterusnya. Menurut hemat saya, yang begini ini perlu diperhatikan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X