Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Kompas.com - 28/11/2020, 18:59 WIB
Nadine Chandrawinata saat menghadiri sebuah acara di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (13/11/2019) KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUSNadine Chandrawinata saat menghadiri sebuah acara di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (13/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder SeaSoldier, Nadine Chandrawinata menilai masih banyak masyarakat yang belum sadar tentang puntung rokok yang bisa berdampak kepada lingkungan. Menurut dia, kesadaran masyarakat masih minim terkait hal ini.

“Banyak masyarakat yang tidak menganggap kebiasaan kecil seperti membuang puntung sembarangan itu berdampak pada lingkungan. Padahal kenyatannya, saat ini selain plastik kemasan, sampah puntung merupakan objek yang dapat dengan mudah ditemukan di laut,” ujar Nadine dalam diskusi virtual Sabtu (28/11/2020).

Sementara itu, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menggalakkan aksi peduli lingkungan lewat program #PuntungItuSampah.

Baca juga: Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Program ini merupakan inisiatif keberlanjutan Sampoerna untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah puntung secara bertanggung jawab.

Kepala Hubungan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat, mengatakan, Inisiatif #PuntungItuSampah merupakan salah satu komitmen perusahaan dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan melalui tindakan nyata.

“Program ini digagas dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya perokok dewasa mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya untuk mengurangi sampah puntung yang mencemari lingkungan,” kata Ishak.

Ishak menambahkan, Sampoerna secara aktif bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah, komunitas pencinta dan peduli lingkungan, maupun masyarakat luas untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Di kesempatan yang sama, Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ujang Solihin Sidik menilai program ini selaras dengan regulasi yang diluncurkan KLHK nomor 75 tahun 2019 mengenai pengurangan sampah oleh produsen.

“Permasalahan sampah di Indonesia masih berkutat pada persoalan perilaku. Langkah ini merupakan inisiatif yang bagus dan perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” kata Ujang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X