Kamu Hemat atau Boros? Ini Perbedaannya

Kompas.com - 29/11/2020, 10:46 WIB
Ilustrasi belanja online (Dok. Shutterstock) Ilustrasi belanja online
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi stres sangat umum terjadi, apalagi pada masa pandemi Covid-19 seperti ini. Saat Anda berada cukup lama di rumah, mungkin tidak sedikit yang tergoda untuk belanja online dengan tawaran promo menarik.

Melansir CNBC, Minggu (29/11/2020), para ahli mengatakan, belanja karena stres adalah salah satu cara seseorang berusaha untuk merasa mengendalikan hidup. Di sisi lain, sebagian orang dinilai lebih merasa cemas mengenai kondisi keuangan atau khawatir tentang keberlanjutan pekerjaannya.

Namun demikian, para ahli tidak tahu persis apa yang melatarbelakangi seseorang bisa sangat royal berbelanja atau di sisi lain sangat giat menabung. Namun hal ini dinilai berkaitan erat dengan kebiasaan dan gaya hidup dalam keluarga.

Profesor di Michigan Ross School of Business Scott Rick dalam penelitiannya mengatakan, emosi sangat berperan dalam pengambilan keputusan keuangan seseorang.

Data awal menunjukkan, orang cenderung mengikuti kebiasaan belanja ibu mereka lebih banyak daripada anggota keluarga lainnya.

Baca juga: Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Rick juga mengatakan, pengalaman hidup individu juga berperan menentukan seseorang akan hidup boros atau hemat. Misalnya, jika Anda kehilangan banyak uang pada saat-saat penting dalam hidup Anda, hal itu mungkin membuat Anda semakin pelit dengan uang.

Menariknya, jumlah uang yang Anda hasilkan dinilai tidak memengaruhi apakah Anda seorang pemboros atau penabung. Padahal, kecenderungan untuk membelanjakan atau menabung berdampak pada jumlah utang dan tabungan yang miliki di masa depan.

“Mereka beradaptasi saat Anda menjalani hidup dengan mengamati orang lain, budaya Anda, lingkungan Anda, dan kelompok teman Anda,” kata Brad Klontz, psikolog dan pendiri Financial Psychology Institute.

Cynthia Cryder, profesor pemasaran di Universitas Washington di Sekolah Bisnis Olin St. Louis mengatakan, secara umum kesediaan untuk membelanjakan uang bergantung pada satu faktor psikologis yaitu ketidaknyamanan perasaan ketika harus berpisah dengan uang.

Baca juga: Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X